Headline

Meregang Nyawa di Pesta Miras

MAKASSAR, BKM — Kamis malam (2/8) yang lazim disebut malam Jumat sekitar pukul 20.30 Wita. Arus lalulintas di Jalan AP Petta Rani, tepatnya depan jalan masuk Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Wirajaya, tak jauh dari jembatan flyover macet.
Warga tampak ramai berkerumun. Para pengguna jalan, baik mobil maupun motor tak ingin ketiggalan informasi. Mereka singgah untuk melihat apa yang tengah terjadi.
Tak lama kemudian, sesosok tubuh pria tampak digotong ke sebuah kendaraan. Baju yang dikenakannya berlumuran darah. Kondisinya kritis, dengan beberapa luka tusuk di badannya.
Belakangan, lelaki ini diketahui bernama Amir Dg Pabe. Beralamat di Kapasa Raya, Kecamatan Biringkanaya. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bross yang agak dekat dari lokasi kejadian. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Amir mengembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan.
Belum diketahui apa motif dari pembunuhan seorang anggota pengawalan swasta ini. Ia meregang nyawa dengan tujuh lukas tusukan.
Informasi yang diperoleh BKM di lokasi kejadian, menyebutkan peristiwa bermula ketika korban tengah duduk sambil berpesta minuman keras (miras) jenis ballo. Tidak lama kemudian, datang seorang lelaki bernama Ahmad alias Pindu (54). Dia warga Jalan AP Petta Rani.
Kehadiran Pindu langsung membuat suasana gaduh. Ia tiba-tiba saja menyerang korban dengan senjata tajam jenis pisau yang dibawanya. Seketika itu juga Pindu menusuk tubuh korban.
Bukan hanya sekali atau dua kali. Melainkan tujuh kali pisau tersebut bersarang di rubuh korban. Amir jatuh tersungkur bersimbah darah.
Aparat dari Polsek Panakkukang yang menerima laporan peristiwa, kemudian datang ke TKP. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di TKP. Pelaku pun berhasil diringkus. Dari tangannya diamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan menikam korban. Pria bertubuh tambun ini memiliki rajah di dada kiri dan kanan, serta lengan kanannya.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengkonfirmasi peristiwa pembunuhan tersebut ketika dihubungi, kemarin.
”Belum diketahui apa motifnya. Namun, keterangan dari saksi menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat korban sedang berpesta miras bersama temannya. Tiba-tiba datang pelaku dan langsung menyerang korban. Tujuh kali tikaman membuat korban meninggal dunia dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit,” jelas Kompol Ananda.
Menurut Ananda, korban menderita tujuh luka tikaman di tubuhnya. Masing-masing dua di bagian dada sebelah kiri. Satu tusukan di bagian dagu. Tiga luka tusuk di tangan sebelah kiri. Serta satu tusukan pada bagian punggung sebelah kiri.
”Pelaku bersama barang bukti berupa pisau yang digunakan menikam korban sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” tandasnya. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top