Headline

Wabup Soppeng Tunggu SK Pemberhentian

WAKIL Bupati Soppeng Supriansa mengajukan pengunduran diri dari jabatannya saat ini karena ingin berkompetisi di pileg tahun depan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah menerima surat yang disampaikannya. Selanjutnya akan diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulsel Hasan Basri Ambarala, mengaku telah menerima surat pengunduran diri Supriansa pekan lalu. Pihaknya telah meneruskan ke Kemendagri untuk penerbitan surat keputusan (SK) pemberhentian.
“Sesuai aturan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 8 tahun 2013, kepala atau wakil kepala daerah yang ingin mundur harus mengajukan surat pengunduran ke pejabat berwenang. Kita tinggal tunggu SK pemberhentian Pak Supriansa,” kata Hasan, Rabu (11/7).
Terkait alasan pengunduran diri pasangan Andi Kaswadi Razak ini, Hasan enggan membeberkannya. Diakuinya, selama ini hubungan kedua pejabat Soppeng tersebut baik-baik saja dan tak pernah bermasalah.
Untuk proses pergantian Supriansa, Pemprov Sulsel menyerahkan sepenuhnya ke Kaswadi Razak dan DPRD Soppeng. Pengusulan pergantian akan dilakukan melalui DPRD setempat, setelah ada usulan calon dari partai pengusung.
Selain wakil bupati Soppeng, Pemprov Sulsel juga tengah menunggu hasil pemilihan wakil bupati Barru. Seperti diketahui, posisi wakil bupati mengalami kekosongan, setelah pejabat sebelumnya Suardi Saleh diangkat menjadi bupati definitif. “Harusnya ini segera dilakukan pengisian, karena sudah hitungan tahun. Meskipun ada bupati, tapi posisi wakil sangat penting juga. Karena dia berperan sebagai pengawasan dalam pembangunan di daerah,” tambahnya.
Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, menjelaskan bahwa untuk masalah administrasi ke Kemendagri, tak membutuhkan waktu lama. Sebab, orang yang bertanggung jawab atas penerbitan SK adalah dirinya sendiri yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.
“Tidak perlu lama. Sore diusulkan, pagi sudah selesai. Pak Sekda sisa buat dua surat, satu dari Pj Gubernur ke Kemendagri, dan satu lagi SK dari Kemendagri ke Pj Gubernur,” jelasnya.
Salah seorang pejabat yang digadang-gadang juga akan maju dalam kontestasi pemilihan calon legislatif tingkat pusat atau DPR RI adalah Wakil Walikota Makassar Syamsu Rijal. Deng Ical, demikian sapaan akrabnya, otomatis juga harus mengundurkan diri dari jabatannya jika memang serius untuk menjadi wakil rakyat.
Namun, menurut Ambarala, hingga saat ini belum ada surat pengajuan pengunduran diri dari yang bersangkutan. “Belum ada masuk sampai sekarang surat pengunduran dirinya,” ujarnya, kemarin. (rhm/rif)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top