Headline

Polisi Kesulitan Ungkap Judi Bola Piala Dunia

MAKASSAR, BKM — Perhelatan Piala Dunia di Rusia, tak dipungkiri banyak dimanfaatkan untuk praktik perjudian. Baik dilakukan secara langsung maupun dengan sistem daring (online).
Sejak bergulirnya ajang akbar empat tahunan itu, sejumlah situs judi bola menawarkan taruhan. Masyarakat umum, termasuk di Makassar dan Sulsel banyak yang ikut melakoninya. Apalagi pada putaran semifinal hingga babak final.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengakui jika praktik judi bola, khususnya melalui situs di internet jumlahnya sangat banyak. Bahkan mencapai ratusan situs.
Hanya saja, menurut Dicky, hingga saat ini belum ada satupun praktik judi bola yang ditangani pihaknya. Sebab, rerata pelaku perjudian bertaruhnya secara sembunyi sembunyi.
”Sangat sulit untuk bisa dideteksi keberadaan mereka. Karena bermainnya dilakukan sendiri-sendiri,” jelas Dicky, kemarin.
”Berbeda halnya dengan pelaku judi lainnya, itu mudah kita jaring. Seperti pelaku judi sabung ayam, itu mereka berjudi secara beramai-ramai sehingga sangat mudah untuk dideteksi,” tambahnya.
Meski begitu, Dicky berjanji polisi akan memberikan tindakan tegas bila ada ditemukan praktik perjudian bola.
Msy, warga Jalan Talasalapang, Makassar mengaku tak pernah melewatkan pertandingan Piala Dunia 2018. Ia biasa menyaksikannya di warung kopi yang menggelar nonton bareng (nobar).
Untuk taruhan, Msy biasanya melihat tim yang akan bermain. ”Kalau untuk taruhan, bergantung timnya. Apa unggulan atau non unggulan,” ujarnya, Rabu (11/7).
Jika tim kategori non unggulan yang bermain, biasanya Msy menggunakan sistem ganda. “Kalau non unggulan taruhannya sistem ganda. Untuk taruhannya bisa uang, kunci motor, kunci mobil dan lain-lain,” jelas Msy.
Hal serupa dikatakan Nsr. Warga Barombong itu mengaku, baru-baru ini dirinya kalah saat pertandingan Perancis melawan Belgia.
“Kemarin taruhan Rp2 juta. Saya dukung Belgia. Sayang, skor 1-0 untuk Perancis. Jadi kalahka,” cetusnya. (mat-jul/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top