Headline

Orang Tua Calon Siswa Menangis Adukan PPDB

MAKASSAR, BKM — Persoalan yang melingkupi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi berbasis online terus saja terjadi. Keluhan dari para orang tua calon siswa kian banyak bermunculan.
Bahkan, saat paripurna DPRD Kota Makassar berlangsung, Rabu (11/7), seorang wanita datang mengadu. Namanya Sumiati Dg Bollo.
Sambil menangis, warga Kampung Bayam, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar itu menyampaikan persoalan yang dihadapinya saat ini. Kata dia, anak ketiganya bernama Firman Bakri dinyatakan tidak lulus di SMP Negeri 3 Makassar.
”Pak dewan, tolong kodong anakkku. Tidak sekolahmi itu kalau tidak kita bantuki kasian. Masa’ anakku tidak lulus karena alasan jaraknya jauh dari sekolah, sementara saya tinggal di pesisir kota,” ucapnya saat di ruang paripurna dewan.
Sambil menunjukkan prestasi anaknya di hadapan dewan dan wartawan, Sumiati mengaku anaknya tidak diterima disekolah yang diinginkan. Padahal, sejak kelas 1 hingga lulus, anaknya selalu menempati peringkat tiga besar.
Namun, harapan anaknya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang diinginkannya terhalang aturan PPDB.
Kalaupun anaknya mesti melanjutkan di sekolah swasta, Sumiati mengaku tak bisa. Alasannya, karena biaya.
”Kita lihatmi kasian ini anak berprestasi. Mulai dari kelas 3 sampai 6 SD selalu masuk peringkat tiga besar. Bahkan gurunya di SD Inpres Barombong 1 sangat mendukung anak saya untuk melanjutkan pendidikan di SMP 3 Makassar,” terangnya.
Mendengar hal itu, anggota Komisi D DPRD Makassar Shinta Masita Maulina, berjanji akan berusaha menyelesaikan persoalan sistem zonasi yang banyak dikeluhkan orang tua calon siswa. Rencananya, Shinta akan berkonsultasi ke Kementerian Pendidikan. Sebab, bukan hanya orang tua siswa yang mengeluh, tapi juga kepsek. Mereka sudah menyampaikannya ke dewan.
“Kita juga tidak bisa berbuat banyak, karena ini aturan dari pusat. Karenanya, kita upayakan konsultasi dulu ke kementerian untuk menyampaikan semua aduan dan temuan kita terkait sistem zonasi,” jelasnya. (ita/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top