RAMZAH THABRAMAN
Headline

Dijanji Kerja di Papua, Dua Cewek Pilih Kabur

IST PILIH KABUR-Dua remaja perempuan Srm dan Str bersama Brigpol Sulaiman, Bhabinkamtibmas Kassi-kassi, Polsek Rappocini dan ketua RT setempat.

MAKASSAR, BKM — Dua remaja perempuan nyaris menjadi korban penjualan manusia (trafficking). Beruntung, mereka berhasil meloloskan diri dari penguasaan seorang wanita berinisial J.
Keduanya adalah Srm (17), warga Jeneponto dan Str (15), beralamat di Jalan Beringin Timur Setapak 7, Kelurahan Kassi, Kota Makassar.
Awalnya, Brigpol Sulaiman selaku Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Kassi-kassi, Polsek Rappocini mendapat informasi, Senin (10/7) pukul 17.30 Wita. Ia kemudian menindaklanjutinya dengan datang ke lokasi.
Saat dilakukan penyelidikan, Brigpol Sulaiman berhasil melacak rumah yang dihuni kedua remaja wanita tersebut. Sebelum menemui keduanya, terlebih dahulu ia menemui Syahrir, Ketua RT 06/RW 10, Kelurahan Kassi-kassi di Jalan Beringin Timur.
Kepada Syahrir, Brigpol Sulaiman menggali lebih dalam dua orang remaja cewek yang menjadi warganya. Setelah data dan informasinya akurat, keduanya mendatangi rumah yang menjadi tempat menampung Srm dan Str.
Benar saja, kedua gadis tersebut ada di dalam rumah. Brigpol Sulaiman lalu mengambil keterangan dari mereka.
Dari penuturannya, mereka meninggalkan rumah sejak hari Sabtu (7/7). Hal itu dilakukannya setelah bertemu dengan perempuan J.
Wanita tersebut menjanjikan pekerjaan sebagai pelayan bar untuk keduanya. Namun mereka tak menginginkan pekerjaan seperti itu. Mereka pun berusaha untuk kabur.
”Jadi keduanya meninggalkan rumah selama dua hari karena dijanjikan pekerjaan di Timika, Papua. Tapi saat itu tidak disebutkan apa yang akan dikerjakan oleh mereka di sana. Belakangan, mereka disampaikan akan bekerja sebagai pelayan bar di sana. Tak ingin pekerjaan seperti itu, keduanya kabur,” jelas Brigpol Sulaiman, Rabu (11/7).
Menindaklanjuti kasus tersebut, Brigpol Sulaiman kemudian melaporkan ke atasannya. Selanjutnya meneruskan proses penyelidikan terhadap perempuan J, yang disebutkan berencana hendak menjual keduanya ke Papua. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top