RAMZAH THABRAMAN
Bisnis

Pasar Modal di Sulsel Makin Berkembang

BKM/AMIRUDDIN NUR JOURNALIST UPDATE -- Zulmi, Kepala OJK Regional 6 Sulampua (tengah) didampingi Teguh Kurniawan, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 (kanan) dan Andi Muhammad Yusuf, Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah, dalam kegiatan journalist update di kantor OJK Regional 6, kemarin.

Perkembangan industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan posisi Mei 2018 masih tumbuh positif, ditopang fungsi intermediasi yang meningkat, disertai tingkat risiko yang tetap aman.
Begitu pula dengan pasar modal, bertumbuh positif. Ini tidak terlepas dengan makin intensifnya sosialisasi kepada kaum muda tentang berbagai keuntungan yang bakal diperoleh masyarakat dari bisnis pasar modal. Ditambah lagi dorongan semangat yang cukup besar para mahasiswa.
”Ini bisa dilihat dari pembukaan gerai investasi pasar modal di sejumlah kampus di Makassar. Selain menjadi tempat untuk berbisnis pasar modal, gerai ini pun menjadi tempat belajar bagi para mahasiswa maupun pihak lain sebelum berinvestasi di pasar modal. Bahkan, ada pula Warkop di daerah ini telah menyiapkan layar monitor yang menayangkan perkembangan harga saham,” kata Zulmi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) didampingi Teguh Kurniawan, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 dan Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah, Andi Muhammad Yusuf dalam kegiatan journalist update yang berlangsung di ruang Phinis kantor OJK Regional 6 Makassar, Selasa (10/7).
Zulmi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Sulsel hingga Juni 2018 menembus angka 21.206 investor. Jumlah ini tumbuh signifikan 47,04 persen jika dibandingkan posisi Juni 2017.
Pertumbuhan sangat tinggi pada instrumen reksadana yaitu 77,03 persen dengan investor sebanyak 8.363. Sedangkan pada instrumen saham tumbuh 33,71 persen dengan 10.559 investor. Sisanya pada Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 2.284 investor atau tumbuh 26,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.
Zulmi juga mengungkapkan, total aset perbankan di Sulsel posisi Mei 2018 tumbuh 0,38 persen dibandingkan posisi Mei 2017 dengan nominal mencapai Rp136,23 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp133,72 triliun dan aset BPR Rp2,51 triliun.
Berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp128,93 triliun dan aset perbankan syariah Rp7,29 triliun. Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang meningkat menjadi 130,29 persen dan tingkat risiko kredit bermasalah berada dilevel aman 4,48 persen. (mir)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top