Headline

Nakhoda Dibui, Pemilik Masih Saksi

BKM/RAHMAT TETAPKAN TERSANGKA-Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani bersama Direktur Ditreskrimsus Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, Senin (9/7) memberi penjelasan terkait penetapan dua orang tersangka tragedi KM Lestari Maju. Dua tersangka dihadirkan dalam rilis kasus.

MAKASSAR, BKM — Tragedi Kapal Motor (KM) Lestari Jaya yang karam di perairan Kepulauan Selayar telah menelan 36 korban jiwa. Dua orang yang dinilai bertanggung jawab dalam peristiwa ini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah Nakhoda KM Lestari Maju berinisial AS, dan Perwira Posker Pelabuhan Bira KM. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel melakukan gelar perkara.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya di mapolda, Senin (9/7). Ia didampingi Direktur Ditreskrimsus Kombes Pol Yudhiawan Wibisono. Kedua tersangka dihadirkan dalam rilis kasus ini.
”Sebelumnya penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dalam kasus kecelakaan KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar. Dari gelar perkara yang dilakukan, kemudian ditetapkan dua orang tersangka,” ungkap Kombes Dicky.
Selain kedua tersangka, penyidik juga telah meminta keterangan dari Zainuddin selaku pejabat Syahbandar Pelabuhan Bira. Termasuk pemilik kapal bernama Hendra Yuwono. Hanya saja, menurut Dicky, kedua orang ini masih berstatus sebagai saksi.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, AS dan KM langsung dijebloskan ke dalam bui. Penahanan di sel Polda Sulsel akan dilakukan hingga 20 hari ke depan.
”Untuk pemilik kapal dan syahbandar, masih kita dalami perannya,” tandas Dicky.
AS dan KM dijadikan tersangka berdasarkan alat bukti, melanggar Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. KM dijerat pasal 303, subsider pasal 117 junto 359 KUHP, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Sementara AS dijerat pasal 302, subsider 122, junto pasal 359 KUHP.
Barang bukti yang disita oleh penyidik, yakni tiga lembar potongan tiket golongan empat. Serta barang bukti lainnya.
Direktur Ditreskrimsus Kombes Yudhiawan Wibisono menerangkan, setelah pengusutan kasus ini diambil alih Polda Sulsel, langsung dilakukan pemeriksaan secara maraton. Saksi-saksi dimintai keterangannya sejak Jumat (6/7) hingga Minggu (8/7).
”Setelah pemeriksaan saksi-saksi, hari ini (kemarin) dilakukan gelar perkara. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah nakhoda, serta bagian tiketing yang tahu masalah manifes,” jelas Yudhiawan.
Menurut Yudhiawan, kedua tersangka langsung ditahan karena ancaman hukuman memenuhi syarat, yakni di atas lima tahun. Mereka dijerat UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan Peraturan Menteri Perhubungan.
“Mereka melanggar UU nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dengan ancaman minimal 5 tahun, sehingga dapat langsung dilakukan penahanan,” pungkasnya.
KM Lestari Maju mengalami kebocoran pada bagian lambung dan mesinnya diduga rusak. Berdasarkan manifes, pelayaran kapal dari Pelabuhan Bira, Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar, kapal mengangkut 139 penumpang. Namun kenyataannya, jumlah penumpang yang dievakuasi oleh tim Basarnas lebih dari 200 orang. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top