Sulselbar

Mantan Kadis PU Soroti Penggambungan Proyek Fisik di Takalar

HM Yasin Ibrahim

TAKALAR, BKM — Maraknya penggabungan proyek fisik lintas kecamatan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Takalar, selain dinilai sebagai upaya untuk mematikan rekanan lokal menengah ke bawah, juga terindikasi melabrak aturan yang ada.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Takalar, H Yasin Ibrahim menyebutkan, langkah tersebut merupakan pelanggaran besar dan bisa bermuara pada dugaan tindak pidana korupsi.

“Penggabungan proyek beda kecamatan itu adalah pelanggaran besar. Selain itu, penggabungan proyek secara otomatis juga mematikan profesi rekanan lokal menengah ke bawah,” kata H Yasin Ibrahim yang saat ini menduduki jabatan staf ahli Bupati Takalar, Jumat (6/7/2018).

Yasin Ibrahim, yang tak lain adalah kakak ipar wakil Bupati Takalar menambahkan, saat dirinya menakhodai Dinas PU beberap tahun lalu, bentuk penggabungan proyek tidak pernah dilakukan guna menghindari proses hukum dan faktor kecemburuan sosial sesama pengusaha.

“Saat saya di dinas, penggabungan proyek tidak pernah saya tempuh karena tidak ingin berbenturan hukum, entah regulasi apa yang digunakan pihak terkait sehingga nekat menggabungkan proyek tersebut,” tandas Putra mantan Bupati Takalar dua periode ini.

Terpisah, Direktur lembaga bangun desa Sulawesi (lambusi) Nixon Sadli Karma yang dimintai tanggapannya perihal penggabungan proyek peningkatan jalan beton di sejumlah kecamatan juga menyayangkan sikap Dinas PU.

Menurut dia, penggabungan proyek tersebut telah melanggar Pasal 24 Peraturan Presiden (Pepres) 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Langkah Dinas PU dalam praktek penggabungan proyek sangat jelas melanggar undang undang yang tentu akan berujung pidana,” kata Nixon.

(ari irawan)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top