Headline

Kadiskes Mundur di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi

MAKASSAR, BKM — Secara mendadak, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Rachmat Latief mundur dari jabatannya. Informasi itu diperoleh setelah beredar surat perintah Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Sulsel nomor 82142/06/VII, yang ditandatangani langsung oleh Penjabat Gubernur Sumarsono.
Sumarsono kemudian mengangkat Dr dr H Bachtiar Baso,MKes dengan jabatan pembina tingkat I dengan golongan IV/b sebagai plt sejak 2 Juli lalu. Bachtiar saat ini tercatat sebagai Sekretaris Dinkes Sulsel.
Dikonfirmasi terkait penunjukan plt Kadis Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief mengaku dirinya memang memilih beralih fungsi menjadi penjabat fungsional sebagai dokter ahli di rumah sakit. Namun ia enggan membeberkan alasan kepindahannya secara spesifik.
“Saya memang mengajukan untuk menjadi tenaga fungsional sebagai dokter ahli per 2 Juni,” kata Rachmat Latief, kemarin.
Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Azhari Radjamilo mengaku pengalihan jabatan adalah permintaan Rachmat Latief sendiri ke gubernur.
“Jadi beliau sendiri yang meminta. Per 2 Juli itu sudah bukan lagi pejabat struktural, tapi pejabat fungsional. Saya tidak mau komentari lebih jauh,” tukasnya.
Sementara Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina, memaparkan Rachmat Latief sebenarnya tidak mengundurkan diri dari jabatannya. Dia hanya mengajukan permohonan untuk beralih ke jabatan fungsional. Alasannya, agar masa tugas Rachmat Latief bisa bertambah lima tahun lagi.
Sekadar diketahui, jika Rachmat Latief masih menjabat sebagai kepala dinas yang merupakan jabatan struktural, maka yang bersangkutan sudah harus pensiun pada Februari 2019 mendatang.
“Namun jika dia masuk fungsional, masa pensiunnya diundur lima tahun lagi,” pungkas lelaki yang akrab disapa Toto.
Proses pergantian pimpinan di Dinkes Sulsel ini menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, saat ini, instansi tersebut sedang dililit kasus dugaan korupsi rehabilitasi kantornya. Kerugian negara dalam kasus ini diprediksi mencapai Rp3 miliar.
Sejauh ini, pejabat berkompeten di Dinkes, termasuk Plt Kadis dr Bachtiar sudah diperiksa sebagai saksi pada kasus tersebut.
Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi Abdul Muthalib, menegaskan mundurnya Kadis Kesehatan Sulsel dari jabatannya, tidak sertamerta ia terhindar dari kasus tersebut.
”Kadis Kesehatan mundur dari jabatannya tidak sertamerta terhindar dari kasus yang sementara diproses. Pertanyaannya, bagaimana komitmen aparat penegak hukum dalam mengusut kasus ini,” kata Muthalib, kemarin.
Beberapa waktu lalu, penyidik Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek pemeliharaan pagar dan paving blok parkiran kantor Dinkes Sulsel. Anggarannya dialokasikan sebesar Rp3 miliar lebih.
Sejumlah pihak telah dimintai keterangan. Namun, sejauh mana penanganannya hingga sekarang, tidak ada kejelasan.
”Jika benar ada temuan dalam kasus ini, maka polisi harus menindaklanjutinya. Kalau memang tidak bisa dituntaskan di polrestabes, sebaiknya polda yang ambil alih,” tandasnya. (rhm-mat/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top