NURDIN HALID-AZIZ QAHHAR MUDZAKKAR AGUS ARIFIN NU'MANG-TANRIBALI LAMO NURDIN ABDULLAH-ANDI SUDIRMAN SULAIMAN ICHSAN YASIN LIMPO-ANDI MUZAKKAR
Headline

19 Jukir Terciduk Pungli di Pasar Butung

MAKASSAR, BKM — Praktik meresahkan juru parkir (jukir) yang melakukan pungutan liar (pungli) di Pasar Butung, Jalan Sulawesi telah lama berlangsung. Mereka dengan seenaknya memberlakukan tarif terhadap pengendara, khususnya roda empat.
Menyikapi keresahan itu, tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel bersama jajaran Polres Wajo menggelar razia, Rabu siang (30/5). Sebanyak 19 jukir terciduk.
Awalnya, ketika mengetahui ada rekannya yang diamankan, jukir lainnya mencoba mengelabui petugas. Mereka membuka rompi khusus jukir yang dikenakannya. Selanjutnya kabur masuk ke dalam pasar. Polisi kemudian melakukan penyisiran, hingga akhirnya meringkus 19 orang.
Mereka ini diketahui kerap memungut tarif yang mencekik leher dari pemilik kendaraan roda empat yang berkunjung ke Pasar Butung. Polisi lalu menggiring mereka ke Mapolsek Wajo guna didata dan dimintai keterangan.
Saat di Polsek Wajo, Panit Khusus Polda Sulsel Ipda Artenius mengatakan, operasi anti pungutan liar (pungli) ini digelar sehubungan dengan adanya laporan dari masyarakat. Mereka resah dengan ulah jukir kendaraan roda empat yang menerapkan tarif secara berlebihan. Bahkan terkesan ada pemaksaan terhadap pengendara untuk membayar tarif sesuai kehendak jukir.
”Cukup banyak laporan masyarakat terkait ulah para jukir ini. Mereka kerap memaksa pemilik kendaraan, terutama roda empat untuk membayar di atas ketentuan. Selain mematok tarif yang tinggi, jukir ini juga kerap mengancam akan menggores mobil jika tidak dibayar sesuai permintaannya,” jelas Ipda Artenius, kemarin.
Dalam praktiknya, jukir liar ini meminta bayaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu dari pemilik mobil untuk sekali parkir. Berkali lipat dari tarif resmi, yaitu Rp3.000.
Saat menjalani pemeriksaan, mereka diminta menghitung uang yang telah dikantonginya.
Usai didata dan menjalani pemeriksaan awal di Mapolsek Wajo, jukir tersebut dibawa ke Mapolda Sulsel untuk proses lebih lanjut.
Artenius berjanji, Operasi Saber Pungli ini akan terus berlanjut. Apalagi, kata dia, saat mendekati lebaran, semakin marak jukir liar beroperasi.

Jadi Korban

Anggota DPRD Kota Makassar mengaku kerap mendapati jukir liar di kasawan Pasar Butung yang melakukan praktik pungli terhadap pemilik mobil. Mereka juga banyak menerima aduan dari masyarakat.
Seperti diakui Wakil Ketua Komisi A Wahab Tahir. Menurutnya, sudah banyak aduan yang disampaikan kepadanya perihal pembayaran parkir melebihi tarif seharusnya. Bukan hanya di kawasan Pasar Butung, tapi juga di Pasar Sentral (Makassar Mal).
“Kalau sudah ada 19 orang yang ditangkap, baguslah. Karena memang meresahkan para pengunjung karena membayar tarif tinggi. Masyarakat yang mengadu ke saya banyak sekali. Karena tarif yang dipasang di sana untuk mobil bisa mencapai Rp20 ribu. Sementara motor Rp5 ribu-Rp10 ribu. Ini sangat tidak masuk akal,” terang Wahab di gedung dewan, Rabu (30/5).
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) II yang meliputi Bontoala, Wajo, Tallo, dan Ujung Tanah ini mengatakan, dengan adanya penangkapan jukir liar ini, maka jukir lainnya akan jera melakukan hal serupa. Diapun meminta kepada masyarakat untuk tidak segam melapor ke pihak berwajib jika menemukan jukir pungli.
“Saya yakin, kalau adami yang ditangkap, tidak beranimi itu yang lainnya. Kalau tetap masih ada seperti itu, laporkan jukirnya. Pengelola Pasar Butung juga harus berbenah memperbaiki sistem parkirannya,” tegasnya.
Anggota Komisi B Basdir, mengatakan memang ada beberapa jukir yang menarik tarif berlebihan untuk kepentingan pribadi. Bahkan mengancam pemilik kendaraan. Termasuk dirinya yang menjadi korban.
“Jangankan kendaraan lain. Saya saja yang parkir di Pasar Sentral disuruh bayar parkir Rp20.000. Saya tanya kenapa harus bayar begitu, katanya karena kendaraan lain juga bayar seperti itu. Jadi itumi najadikan patokan,” bebernya.
Basdir pun sempat melaporkan hal ini ke ke pemkot dan kepolisian untuk menindaki hal tersebut. Ia juga mempertegas kepada seluruh juru parkir yang melanggar perda, diberikan sanksi sesuai pasal 9 dan 10 Peraturan Daerah dengan hukuman kurungan selama-lamnya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 50 juta.
“Jadi jangan bermain-main ini jukir. Jarena kami sudah berkoordinasi dengan pihak PD Parkir untuk lebih terbuka dalam mencari solusi tentang tata kelola parkir. Karena yang terkena dampak adalah masyarakat,” tandasnya. (ish-jul-ita/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top