Sulselbar

Pra Peradilan Suharti Ditolak

SIDANG -- Suasana sidang putusan sengketa Pra Peradilan Polres Sidrap terkait ujaran kebencian, Rabu (16/5).

SIDRAP, BKM — Kasus terkait ujaran kebencian yang berujung sengketa Pra Peradilan klimaks.
Permohonan pra peradilan yang diajukan Hj Suharti melalui kuasa hukumnya ditolak oleh PN Sidrap, Rabu (16/5).

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim tunggal PN Sidrap, Andi Maulana memutuskan menolak permohonan pra peradilan Suharti.
“Memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Andi Maulana saat membacakan putusannya, Rabu (16/5) kemarin.
Suharti dalam sidang tersebut diwakili kuasa hukumnya Ibrahim dan Harmoko.
Hj Suharti telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Ditreskrimsus Polda Sulsel dengan dugaan ujaran kebencian yang mengandung Sara melalui media sosial Facebook.
Pemilik akun Ajie Arty Gusty itu sempat menjadi viral setelah mengunggak status Facebook yang menyinggung SARA dan menyebut kafir.
Tim Kuasa DoaMu akan melaporkan PN dan hakim Andi Maulana ke Komisi Yudisial (KY).
Laporan ini, terkait ketidakpuasan penggugat atas putusan yang dianggap tidak adil tersebut. Hakim memutuskan menolak eksepsi dan permohonan Aji Arty. Hakim diduga telah memutuskan menolak permohonan Aji Arty dengan mengabaikan pertimbangan sejumlah bukti.
Menurut tim hukum Doamu, hal ini akan dilaporkan kepada Komisi Yudisial dan Propam. “Kami tidak tinggal diam dan kami melawan terus hingga ada keadilan kami dapat. Kita akan siapkan laporan kepada Komisi Yudiaial (KY) dan Propam,” tegasnya.
Tim hukum Doamu menilai aparat tetbukti telah melakukan menangkapan dengan menyalahi prosedur. “Laporan intelkam yang tidak ditandatangani oleh Kasat Intel tidak jadi perimbangan, bahkan hakim berpendapat sendri,” katanya. (ady/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top