Metro

Pohon di Petta Rani Berganti Mangrove

MAKASSAR, BKM– Pembangunan tahap awal jalan layang dalam kota mulai dilaksanakan PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya yaitu PT Bosowa Marga Nusantara, Rabu (16/5).
Tahap awal pembangunannya dilakukan dengan menebang beberapa pohon di median tengah Jalan AP Petta Rani. Adapun pembangunan fisik menyusul di awal Juni mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengatakan, pohon-pohon yang ditebang tetap akan digantikan. Hanya saja, pohon di Petta Rani digantikan dengan mangrove yang akan ditanam di daerah pesisir utara kota.
“Sesuai komitmen, pohon-pohon yang ditebang tetap akan diganti. Tetapi kami berkomimen bagaimana sebaiknya diganti dengan mangrove untuk ditanam di daerah pesisir agar menambah ruang terbuka hijau (RTH) Kota Makassar,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Panakkukang, Andi Pangeran Nur Akbar mengaku, pemerintah kecamatan tidak memiliki wewenang perihal pohon yang ditebang untuk proyek Petta Rani.
“Nda pahamka mengenai pohon ye, itu kewenangannya Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar,” ungkap Andi Pangeran.
Andi Pangeran menambahkan, perihal taman yang ada dimedian tengah AP Petta Rani akan digantikan oleh pihak pelaksana proyek.”Yang saya tau, kalau taman akan digantikan oleh pihak tol, jadi kami pihak kecamatan tidak ada masalah, cek maki saja amdalnya pihak tol,” tuturnya.
Terpisah, Technical and Operational Director PT MUN, Ismail Malliungan, mengatakan, pembangunan fisik jembatan layang tol dalam kota seksi III atau Petta Rani Tol Road akan dimulai Juni mendatang. Oleh karena itu dilakukan pembersihan di lokasi serta penebangan pohon di sekitar Jalan Barawaja dan Gedung Keuangan serta pemasangan median concrete barrier (MCB) sebagai tahap awal mulai pembangunan.
Pengerjaan penggalian tanah dimulai Juni 2018 dengan perkiraan berlangsung sampai Januari 2019. Berlanjut pada Juli, pabrikasi box girder yang dilakukan di pabrik Kima dilakukan hingga Agustus 2018.
“Sehingga secara pararel terpasang tiangnya dan box-nya. Masuk di bulan September 2018, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) bekerjasama dengan Wika Beton dan tim konsultan Nippon Koei-lndo Koei untuk memulai lagi pekerjaan struktur atas dan itu berlangsung selama 17 bulan,” sebutnya.
Dia menambahkan, struktur oprit on ramp dan off ramp mulai lakukan Desember 2018. Penerangan jalan dan penanganan utilitas bawah tanah dilakukan November 2019.
“Selama pengerjaan nanti terpasang pagar, jadi aman dan tidak menganggu pengguna jalan. Pengerjaan ini berdasarkan kontrak berlangsung selama 22 bulan di mana terhitung Mei 2018 hingga Februari 2020,” tutupnya.(arf-jun)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top