Metro

Pengamanan Kantor Gubernur Diperketat

MAKASSAR, BKM — Pasca aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya, hampir seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di tempat-tempat strategis dijaga ketat. Termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan.

Hampir semua obyek vital di Kota Makassar diperketat pengamanannya. Termasuk hotel, rumah ibadah, hingga kantor-kantor pemerintahan. Salah satunya, Kantor Gubernur Sulsel.
Sudah dua hari, sejak Senin (15/5), aparat Satpol PP berjaga-jaga dan memeriksa setiap kendaraan yang lewat di pintu masuk Kantor Gubernur.
Dengan menggunakan detektor atau alat pendeteksi logam, Satpol PP meminta pengendara membuka bagasi kendaraannya. Barang bawaan pun tidak luput dari pemeriksaan.
Kepala Satpol PP Sulsel, Mujiono, mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metal detector untuk memeriksa barang bawaan tamu atau pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mencegah barang berbahaya seperti bom masuk ke kantor gubernur.
“Pemeriksaan ini sudah sesuai protap dan SOP. Setiap pengunjung wajib dilakukan pemeriksaan. Hal ini sebagai langkah antisipasi atas kejadian yang terjadi di Surabaya,” katanya, Selasa (15/5).
Mujiono menambahkan, sesuai instruksi Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, setiap anggota Satpol PP wajib ikut membantu menjaga keamanan dan ketertiban. Dirinya berharap, masyarakat dan ASN ikut terlibat, mulai dari menjaga keamanan lingkungan sekitar.
“Kalau ada yang mencurigakan atau hal aneh silahkan lapor ke aparat keamanan, bisa ke kepolisian, TNI atau ke Satpol PP termasuk aparat sipil pemerintahan,” pungkasnya.
Salah satu hotel berbintang di Makassar, Grand Clarion juga melakukan pengamanan berlapis. Di setiap pintu masuk hotel, aparat keamanan secara detail melakukan pemeriksaan.
Bagi tamu yang menggunakan kendaraan, pemeriksaan dilakukan sebelum masuk ke area parkir.
Setelah melewati pemeriksaan pertama, tamu kembali harus melewati metal detector yang ada di pintu masuk menuju lift.
“Pasca bom Surabaya, memang kami diinstruksikan untuk memperketat pengamanan hotel. Tujuannya, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ” kata salah seorang Satpam Hotel Grand Clarion kemarin. (rhm)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top