RAMZAH THABRAMAN
Headline

Jaga Kesucian Ramadan

MAKASSAR, BKM — Bulan suci Ramadan kini telah dijejak. Umat Islam seluruh dunia mulai menunaikan ibadah puasa, terhitung hari ini, Kamis (17/5).
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh umat muslim, khususnya yang ada di daerah ini. Dia mengimbau untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini dengan memperbanyak ibadah.
“Manfaatkan bulan puasa dengan berbuat kebaikan. Mari menjaga kesucian bulan ini. Jangan isi dengan perbuatan yang tidak penting,” ungkapnya.
Kepada para penceramah, Soni secara khusus mengeluarkan imbauan. Jangan menjadikan masjid untuk menyampaikan ceramah yang tidak berkaitan dengan ibadah. Apalagi menggunakannya sebagai tempat kampanye.
Imbauan itu dikeluarkan karena saat ini momen pilkada. “Kami sudah melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada dua hal penting yang disepakati. Salah satunya, akan membuat imbauan untuk menghindari politisasi di masjid-masjid, supaya para mubaligh betul-betul menjadikan masjid sebagai tempat ibadah,” kata Sumarsono, kemarin.
Dia berharap masyarakat mendapat kenyamanan dan pencerahan untuk memperdalam agama. “Bukan malah mendengarkan ceramah yang isinya menggiring masyarakat memilih salah satu calon kepala daerah,” tegas Sumarsono.
Senada dengan itu, Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina, mengajak seluruh masyarakat di Sulsel untuk memakmurkan masjid. Menghindari kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak terlalu bermanfaat. Apalagi yang merugikan masyarakat.
Dia melihat ada fenomena buruk di kalangan masyarakat, khususnya anak muda, yang memanfaatkan Ramadan sebagai ajang untuk balapan liar. Anak-anak bermain petasan yang bisa membahayakan situasi.
“Sebaiknya aktifitas seperti itu dihindari. Manfaatkan Ramadan ini sebagai bulan ampunan untuk meraup banyak pahala,” kata Tautoto.

Ajakan Ustas Das’ad

Ustad Das’ad Latief mengatakan, Ramadan hendaknya dijadikan momen untuk mencharge iman. Ibarat manusia itu sebuah handphone, selama 11 bulan sudah bekerja, sebulan ini dicharge kembali agar bisa lebih segar. Sehingga baterai keimanan jadi penuh.
“Jadi selama sebulan ini, manfaatkan sebaik-baiknya untuk mencharge iman kita,” kata Das’ad, kemarin.
Dia melanjutkan, Ramadan menjadi momen umat Islam untuk memperbaiki iman, sekaligus memperbaiki kesehatan. “Istilahnya, badan kita diinstal ulang,” tambahnya.
Selain itu, Ramadan juga menjadi ajang mempererat tali silaturrahmi dengan tetangga. Jika di luar Ramadan, umat disibukkan dengan urusan masing-masing, selama bulan puasa bisa saling berjumpa, menyapa saat sama-sama melaksanakan ibadah salat tarawih.
Selain itu, umat Islam juga diimbau untuk memperbanyak taklim atau belajar agama.
Khusus kepada anak muda, Ustas Das’da meminta menghidupkan Ramadan dengan aktifitas positif. Seperti baca Alquran dan ibadah lainnya.
Jangan disibukkan dengan aktifitas yang merugikan, seperti yang kerap ditemukan. Misal balapan liar, membunyikan petasan, membuat huru hara, dan lainnya.
“Cukuplah aparat keamanan saat ini disibukkan dengan mengamankan wilayah dari aksi terorisme. Jangan tambah kegaduhan dengan aktifitas yang tidak menguntungkan,” pungkas Das’ad.

Waspada Tindak Kriminal

Mengantisipasi kerawanan dan tindak kejahatan selama bulan Ramadan, Polda Sulsel melakukan pengamanan serta penertiban di sejumlah tempat. Termasuk di masjid.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan seluruh jajaran kepolisian di daerah ini telah diinstruksikan untuk terus bersiaga menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan suci Ramadan ini.
“Pengamanan akan difokuskan, khususnya pada balapan liar. Utamanya pada subuh hari,” terang Dicky, Rabu (16/5).
Termasuk kerawanan terjadinya tindak kriminal pencurian di rumah warga ketika melaksanakan salat tarwih. Lampu listrik serta kompor hendaknya dimatikan saat hendak berangkat ke tempat ibadah.
”Jangan sampai rumah ditinggal, saat pulang dari salat rumah terbakar, atau ada barang-barangnya yang dicuri,” kata Dicky mengingatkan.
Guna mengantisipasi terjadinya perang kelompok, Dicky berharap kepada masyarakat untuk berperan aktif, dengan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di tempat wilayah masing-masing.
“Jangan ada lagi balapan liar yang bisa mengakibatkan timbulnya korban,” imbuh Dicky.
Polisi juga akan menyasar para pedagang petasan yang berjualan selama ramadan. Razia terhadap mereka juga dilakukan. Semua itu bertujuan menjaga hikmat dan lancarnya ibadah umat Islam selama bulan Ramadan.

Rumah Makan Pakai Tirai

Bagaimana dengan aktivitas hotel, restoran, serta rumah makan selama Ramadan? Anggiat Sinaga selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti surat edaran yang diterbitkan oleh Pemkot Makassar.
”Khusus dari PHRI, tidak ada surat edaran yang kita keluarkan bagi pengusaha hotel dan rumah makan untuk membatasi jam buka usahanya. Karena sudah ada surat edaran dari Pemkot Makassar. Untuk THM tutup total selama Ramadan. Sementara restoran atau rumah makan bisa buka, tapi menyesuaikan diri,” terang Anggiat, Rabu (16/5).
Untuk karyawan restoran dan rumah makan, PHRI memastikan mereka mengenakan pakaian yang bernuansa Ramadan. Jika memungkinkan, di siang hari akan ada tirai yang dipasang di setiap restoran.
“Paling itu yang kami tekankan. Sudah jelas aturannya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semua hotel resto dan THM tidak pernah bermasalah karena sudah menjadi agenda tahunan,” jelasnya.
Khusus jam buka restoran, Anggiat menyerahkan sepenuhnya kepada pengelola. Sementara kegiatan hiburan di hotel-hotel akan digantikan dengan aktivitas lain yang bertujuan mengdongkrak tingkat hunian.
Anggiat mengklaim, selama Ramadan, biasanya tingkat hunian hotel menurun sebesar 30 persen. “Kamar kami buka seperti biasa. Hanya saja, saat Ramadan biasanya tingkat hunian hotel berkurang 15-30 persen,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) Zulkarnaen Ali Naru, mengaku telah membagikan surat edaran pemkot ke seluruh THM untuk tutup jelang bulan puasa hingga satu minggu setelah lebaran. Terhitung 15 Mei hingga 20 Juni 2018.
”Surat edaran tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan. Karena itu kami mengimbau kepada para pemilik THM untuk taat dan menutup usahanya. Selama Ramadan bisa diisi dengan kegiatan religius. Semisal buka puasa bersama, atau membenahi tempat usahanya,” kata Zul, kemarin.
Andi Karunrung, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kota Makassar mengaku telah menyebarkan surat edaran ke semua THM. Hal serupa juga dilakukan ke semua tempat usaha rumah makan ataupun warung kopi, agar tidak vulgar membuka tempat usahanya di siang hari.
“Surat edaran sudah kami sebarkan ke semua THM untuk menutup sementara waktu selama bulan suci Ramadan. Termasuk tempat hiburan di dalam hotel, kami berikan surat edaran dan melarang beroperasi. Kalau tempat makan dan warkop, kami imbau untuk tidak membuka secara terang-terangan dan vulgar. Kita bersama Satpol PP akan melakukan pengawasan agar tidak kecolongan,” kata Andika, panggilan akrab Andi Karunrung, Rabu (16/5).
Satpol PP melalui tim Jaga Kota di masing-masing kecamatan, akan melakukan pengawasan terhadap tempat usaha di wilayahnya. Kepala Satpol PP Makassar Iman Hud menegaskan, seluruh pemilik usaha wajib taat dan patuh terhadap surat edaran tersebut, yang diterbitkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2011 tentang Tempat Pariwisata. Termasuk THM.
“Patroli pengawasan aktivitas THM selama bulan suci ramadan akan kita tingkatkan. Kami tidak ingin ada THM yang beroperasi dan mengganggu ketenangan umat yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” kata Iman.
Selain itu, patroli juga menyasar tempat atau rumah makan serta warung kopi yang secara terang-terangan beroperasi hingga mengganggu masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Mereka diimbau untuk memasang tirai, atau tidak membuka pintunya lebar-lebar.
“Kalau ditemukan tempat makan atau warung kopi buka secara terang-terangan, kami tegur secara lisan. Untuk THM tidak ada toleransi, kami tegur dengan buatkan surat teguran hingga penutupan jika pelanggarannya berat. Bagi pelaku tempat usaha rumah makan dan minuman, kami lihat mereka sudah sadar dan cukup menghormati bulan puasa. Termasuk pemilik usaha THM,” tandasnya.
Anggota DPRD Kota Makassar Zaenal Beta menegaskan, tidak ada pihak yang boleh melanggar surat edaran pemerintah kota. Ia meminta Satpol PP untuk mengawasi pelaku usaha yang ‘membandel.’ Apalagi jika ada yang didapati menjual minuman beralkohol, serta rumah makan yang terang-terangan beroperasi.
“Kalau THM itu jelas sudah harus tutup total. Jadi tidak ada itu yang namanya menjual minuman beralkohol. Seluruh pihak harus menjaga bulan suci Ramadan ini dengan tidak menjual makanan di sing hari. Kalaupun buka, harus ada tirai untuk menutupi,” tegasnya.
Jika ada yang melanggar, legislator Fraksi PAN ini akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk tegas memberikan teguran restoran dan rumah tersebut. Bila perlu, ada sanksi yang diberikan. (rhm-ita-mat-arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top