Metro

Harga yang Dipatok Jauh Beda Harga di Toko

BKM/ARIF QADRY SIBUK--Sehari menjelang ramadan, Junari mulai sibuk melayani pembeli mulai dari kopiah hingga baju koko. Ia mengaku bulan ramadan memang merupakan bulan penuh berkah bagi pedagang.

PEDAGANG musiman di saat Bulan Suci Ramadan sudah ramai terlihat hampir sepanjang sudut Kota Makassar, termasuk di pelataran Masjid Al Markaz Al Islami. Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi mereka, termasuk Junari penjual mukenah dan alat salat.

Laporan: ARIF AL QADRY

Sehari sebelum masuk ramadan, pedagang-pedagang musiman sudah disibukkan dengan aktivitas mendirikan lapak jualan. Lahan kosong dekat parkiran kendaraan di Masjid Al Markas digunakannya membuat lapak untuk jualan pakaian muslim dan muslimah. Kegiatan ini mereka lakukan hanya di bulan ramadan saja.
Lapak jualan terbuat dari kayu balok, triplek, dan terpal plastik sebagai atap satu per satu berdiri. Mereka terlihat bergotong royong membangun lapak. Dan aktivitas itu menjadi pemandangan mata pengunjung Masjid Al Markaz, kemarin.
Selain di pelataran masjid, pedagang pakaian muslim dan muslimah serta aksesoris juga memadati masjid hingga di bagian dalam teras masjid. Etalase kaca berisi baju koko, kopiah, sajadah, sarung, dan mukena berjajar di teras. Ada juga pakaian di hanger tergantung di depan etalase.
Usai salat zuhur, Junari nampak sibuk melayani jamaah yang berkunjung ke tempat jualannya. Pengunjung membeli barang atau hanya sekadar melihat-lihat saja. Tawar menawar harga sering terdengar dari tempat jualannya sebelum deal-deal barang.
“Alhamdulillah sudah mulai ramai jamaah yang datang berkunjung ke tempatku. Bulan ramadan mememang bulan penuh berkah,” ujar perempuan kelahiran Bima, 25 Desember 1975 ini.
Bagi ibu satu orang anak itu, bulan ramadan dikatakan masa panen rezeki. Di mana setiap hari selama bulan suci ramadan, banyak jamaah yang usai melaksanakan salat zuhur, ashar, magrib, dan tarawih datang berkunjung ke tempat jualannya. Tidak masalah jamaah yang datang hanya sekadar melihat-lihat saja atau membeli. Semua tetap dilayaninya dengan baik.
Barang-barang yang dijual Junari adalah pakaian muslim dan muslimah semua usia mulai untuk anak-anak hingga orang dewasa. Selain pakaian juga ada aksesoris berupa gelang, kalung dan dompet. Harga juga tidak kalah saing dengan harga yang ditawarkan pedagang kali lima yang ada di pelataran luar Masjid Al Markaz.
“Ramadhan ramai pengunjung. Kalau hari-hari biasanya cuma bisa laku kopiah, di bulan puasa baju koko banyak yang dicari dan dibeli. Harganya tidak kalah saing dengan harga yang ditawarkan pedagang lain,” katanya.
Menjual pakaian muslim dan muslimah di teras Masjid Al Markaz hanya dilakukan seorang diri. Tidak ada pegawai lain di tempatnya yang bisa ikut membantunya melayani orang-orang yang datang. Sehingga seringkali kewalahan ketika sedang ramai-ramainya pembeli minta dilayani.
Di bulan ramadan, Junari harus benar-benar ekstra berjualan, apalagi waktu jualan di bulan ramadan juga bertambah dari hari-hari biasa. Jika dulunya buka dari pukul 08:00 hingga 19:30, di bulan ramadan buka pukul 08:00 hingga 20:30.
“Saya kebetulan dipercaya untuk kelola barang-barang keluarga saya untuk dijual. Ini barang semuanya milik keluarga dan saya cuma menjual. Tidak ada persen, hanya gaji setiap bulan yang lumayan hidupi dan biayai sekolah anak saya,” tuturnya. (arf)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top