Headline

TNI/Polri Waspadai Eks Suriah di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta aparat keamanan di daerah ini, sepakat melakukan pengawasan bagi orang-orang yang terdeteksi sebagai pentolan atau eks Suriah. Jajaran intelijen memonitoring kegiatan serta pergerakan mereka yang terdeteksi berada di Sulsel.
”Mereka yang eks Suriah ini kita waspadai. Di manapun mereka berada tetap dilakukan monitoring. Termasuk bagi mereka yang narapidana teroris dan mantan napi teroris,” ujar Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, usai menggelar rapat tertutup Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (15/5).
Rapat di rumah jabatan gubernur ini, dilaksanakan dalam rangka menyikapi kondisi keamanan yang berkembang saat ini pascaledakan bom di Surabaya. Hadir seluruh unsur Forkopimda.
Yakni Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Setyono, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi, Pangkaopsau II, Danlantamal IV Makassar.
Rapat dihadiri pula Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulsel. Juga KPU dan Bawaslu Sulsel, karena pertemuan sekaligus membicarakan soal kondisi keamanan, serta perkembangan situasi jelang pemilihan kepala daerah (pilkada).
Lebih jauh, Sumarsono menyebutkan tak ada peningkatan level keamanan di Sulsel. Saat ini status masih dalam tahap waspada.
Dirinya bersama seluruh jajaran keamanan, baik TNI dan Polri siap memberikan rasa aman bagi masyarakat Sulsel. Untuk itu, masyarakat diminta tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan tak perlu khawatir akan kondisi keamanan di Sulsel.
“Kami komitmen untuk tetap memastikan bahwa negara ini hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Sulsel. Terkait informasi tempat yang tak boleh dikunjungi, itu hoax,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk kembali membentuk dan mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Selain itu, akan dibentuk posko terpadu di Kesbangpol Sulsel.
Posko ini bukan hanya berfungsi untuk menangani masalah terorisme, tetapi juga gangguan keamanan lainnya. Seperti kerawanan pilkada serentak 2018 dan pengendalian bahan pokok selama ramadan.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septiono, menambahkan setiap satuan yang ada telah diminta meningkatkan pengamanan. Termasuk pengamanan di beberapa tempat strategis yang ada di Sulsel.
Hal yang sama diungkapkan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti. Terkait alumni Suriah, Agus menyebutkan tetap harus diwaspadai. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi sangat penting.
“Ada informasi, kita akan cermat dan dalami. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, karena mereka ada di masyarakat. Sekecil apapun informasi akan kita tindaklanjuti. Setiap wilayah kita waspadai. Semua konsen, termasuk dengan seluruh intelijen,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo terindikasi merupakan alumni atau mereka yang telah pulang dari Suriah. Polri mencatat masih ada 500 orang yang telah pulang dari Suriah dan saat ini berada di Indonesia.
Mereka ke Suriah bergabung dengan ISIS dan belajar strategi teror, kemiliteran dan membuat bom. Ketika kembali ke Indonesia, Undang-undang Anti Teroris tidak bisa menghukum tindakan tersebut. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top