RAMZAH THABRAMAN
Gojentakmapan

H-1 Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik

Lods penjualan daging ayam potong di  basement Pasar Sentral Tradisional Modern Minasamaupa. 

GOWA, BKM — Sehari jelang Ramadan atau H-1 kondisi pasar tradisional di kecamatan-kecamatan maupun pasar sentral di kota Sungguminasa di Kabupaten Gowa disesaki pengunjung.

Layaknya jelang lebaran situasi perbelanjaan masyarakat menghadapi Ramadan cukup tinggi.

Seperti pemantauan Beritakota Makassar di Pasar Sentral Tradisional Balang-balang maupun Pasar Sentral Modern Minasamaupa Sungguminasa, Rabu (16/5/2018).

Aktivitas pengunjung pasar cukup tinggi. Di Pasar Sentral Tradisional Balang-balang, Kecamatan Bontomarannu misalnya. Pengunjung yang datang dari berbagai penjuru desa bahkan dari ibukota kabupaten antusias memadati pasar yang berdampingan dengan kantor Lurah Borongloe ini.

Jangankan volume pengunjung (pembeli), volume pedagang pun bertambah. Pinggir jalan raya Poros Malino Raya dimana pasar itu terletak dihiasi penjual daging sapi maupun kuda.

Penjual daging ini jarang jualan daging sapi dan kuda jika pasar di hari-hari biasa sebelum memasuki Ramadan.

Di pasar ini penjual daging muncul musiman. Mereka hanya datang menjual saat H-1 Ramadan dan H-1 lebaran. Harganya pun naik.

Jika harga daging sapi dan kuda di hari biasa dijual Rp 90 ribu per Kg maka sehari sebelum Ramadan dijual menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per Kg.

Dg Lebang, salah seorang warga Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu yang dimintai komentarnya ditemui di saat belanja di Pasar Balang-balang mengatakan, memasuki Ramadan tahun ini baik dirinya maupun warga lainnya mengaku sangat miris hati lantaran sejumlah kebutuhan pokok khususnya kebutuhan dapur banyak yang harganya naik.

Salah satu paling membuatnya kaget adalah harga cabai merah (cabai besar). Di saat hari normal harha cabai merah hanya pada kisaran Rp 20 ribu per Kg. Sekarang harganya dua kalilipat menjadi Rp 55 ribu per Kg.

“Tidak jadika beli sekilo deh..belika sesuai kebutuhanku saja karena penjual menghargainya seribu rupiah satu biji lombok besar (cabai besar),” kata Dg Lebang.

Begitu juga harga ayam pedaging. Menurut Dg Lebang, ayam pedaging atau ayam potong dari harga normal sebelum Ramadan seharga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu kini naik menjadi Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per ekornya.

Hal itu dibenarkan Ratu Dg Ngugi, warga Balang-balang, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu. “Iye naiki harga ayam nga. Sekarang enam puluh ribu mi satu ekor,” kata Ratu Dg Ngugi.

Sementara itu seorang pedagang ayam pedaging, Dg Ngasseng, membenarkan harga ayam yang dijualnya naik. Namun harganya disesuaikan dengan berat dan besar ayam.

“Saya menjualnya antara 50 ribu hingga 60 ribu per ekor sesuai besar dan beratnya. Susah juga kita mau jual dengan harga biasa sebab kami belinya juga di atas harga normal pastilah juga kita penjual mau untung meski hanya untung 5.000 per ekor,” katanya.

Sementara pantauan harga kebutuhan di Pasar Sentral Tradisional Modern Minasamaupa, kondisi kenaikan harga kebutuhan juga terjadi meski sebelumnya Kepala Pasar Sentral Tradisional Modern Minasamaupa, Zainuddin Langke, menyangkalnya tak naik.

Ditemui di pasar yang berlokasi dekat jembatan Kembar Sungguminasa ini, pagi tadi, Zainuddin mengatakan, kondisi kunjungan di pasar yang dipimpinnya itu cukup tinggi.

Pengunjung pasar sudah ramai berdatangan sejak subuh dan dipastikan aktivitas pedagang pasar dan pembeli akan berlangsung ramai hingga jelang tengah malam, apalagi hari ini kaum muslim memulai agenda makan sahur.

“Sejak subuh itu sudah padat mi, dan diperkirakan sebentar sore akan lebih padat hingga jam 10 malam,” kata Zainuddin.

Meski volume pengunjung cukup tinggi, namun ketersediaan stok kebutuhan pokok di pasar yang dulu bernama Pasar Induk ini masih tersedia.

“Iya ketersediaan stok barang ada dan harga barang saat ini relatif normal. Dari pemantauan kami di pasar khususnya lods lauk lauk, seperti daging sapi, daging ayam harganya masih normal meskipun ada kenaikan tapi naiknya sedikit ji,” kata Zainuddin.

Di Pasar Induk ayam pedaging atau ayam potong harganya variatif antara Rp 38 ribu hingga 40 ribu per ekor untuk ayam berukuran kecil sementara yang berukuran besar dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per ekor.

Dikatakan Zainuddin, volume pengunjung di Pasar Induk ini akan padat pada hari pertama hingga hari ketiga Ramadan. Dan kondisi padat lagi akan terlihat pada H-10 hingga H-1 lebaran mendatang. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top