Gojentakmapan

3.122 Botol Miras, 120 Knalpot Racing, 897 Liter Ballo Dimusnahkan

Ribuan botol miras, ratusan knalpot dan ratusa liter ballo dimusnahkan di depan mako Polres Gowa.

GOWA, BKM — Sebanyak 3.122 botol miras sejumlah merk dimusnahkan dengan menggunakan alat berat (Stone Walas) di halaman Mako Polres Gowa, Rabu (16/5/2018) siang.

Selain ribuan botol miras, turut dihancurkan adalah 897 liter minuman ballo (tuak) yang dikemas dalam jerigen dan karung plastik. Juga turut dilindas sebanyak 120 unit knalpot racing hasil sitaan Sat Lantas Polres Gowa.

Pemusnahan miras dan knalpot racing itu merupakan hasil sitaan personil Polres Gowa saat melakukan operasi cipta kondisi yang digelar sejak awal 2018 sampai sekarang ini.

Pemusnahan ini disaksikan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga bersama Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Nur Subekhi, Ketua PN Sungguminasa, Djamaluddin, anggota DPRD Gowa, Ketua MUI Gowa, KH Abubakar Paka dan tokoh masyarakat.

Di sela pemusnahan tersebut, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga kepada media mengatakan, ribuan botol miras dan ratusan liter tuak atau ballo ini merupakan hasil operasi cipta kondisi yang telah dilakukan jajaran Polres Gowa. Termasuk ratusan unit knalpot racing motor maupun mobil yang diisita Satlantas dalam setiap operasinya di jalanan.

“Pemusnahan ini sebagai pembuktian kepada masyarakat bahwa Polres tidak memberikan ruang sedikitpun terhadap para pelaku kriminal khususnya penjualan miras yang notabene merupakan sumber segala tindak kejahatan,” tandas Shinto.

Pencetus terbentuknya tim anti bandit ini juga mengatakan selama Ramadan pihaknya tidak akan berhenti melakukan razia dan operasi untuk mencegah tindak kejahatan lainnya.

“Sasaran kami tidak hanya pada miras tapi juga kegiatan atau hal-hal yang dapat menganggu kenyamanan umat Islam selama bulan suci Ramadan. Razia-razia juga tetap akan kita lakukan termasuk pada aktivitas penginapan-penginapan yang kerap dijadikan ajang maksiat,” katanya.

Selain itu, Shinto juga mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap kebiasaan warga atau remaja yang melakukan balapan liar yang bisa mengganggu kegiatan ibadah kaum muslim di waktu tarwih dan shalat subuh maupun di jam-jam istrahat di malam hari,” jelas Shinto. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top