Headline

Usai Lepas Rindu Ibu, Anggota Brimob Meninggal Lakalantas

BKM/RUSDI NASARUDDIN Briptu Sultan semasa hidup.

BARRU, BKM — Jalan poros Barru-Parepare, tepatnya di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi. Jarum jam menunjuk pukul 19.30 Wita, Minggu malam (13/5).
Anggota Brimob Kompi A Polda Sulsel Briptu Sultan tengah berkendara sendirian. Prajurit bhayangkara ini sendirian mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi DD 5364 LI. Melaju dari rumahnya di Dusun Congko, Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Barru.
Di kala hendak melewati kendaraan yang berada di depannya, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul motor Honda Matic Scoopy DP 4806 CY. Pengendaranya adalah Fery Trianto.
Tabrakan pun tak terhindarkan. Sebab, jalur jalan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hanya diberlakukan satu arah. Sebab ada perbaikan jalan di sebelah kiri dari arah selatan.
Sesaat setelah kejadian, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Andi Makkasau, Parepare guna memperoleh perawatan medis. Namun Tuhan berkehendak lain. Briptu Sultan mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ia mengalami luka di bagian kepala. Sementara Fery, hingga berita ini dibuat masih menjalani perawatan intensif dan menderita luka yang cukup parah.
Kepala Unit (Kanit) Laka Satlantas Polres Barru Ipda Nasaruddin, kemarin membenarkan peristiwa tersebut. ”Kedua korban tabrakan di wilayah Kupa, Mallusetasi. Satu orang meninggal dunia, yaitu Briptu Sultan, anggota Brimob Polda Sulsel. Satu korban lainnya masih dirawat di rumah sakit,” ujar Ipda Nasaruddin.
BKM mendatangi rumah duka, Senin (14/5). Nursiah (40), ibu kandung korban belum bisa berbicara banyak. Dia tampak syok ditinggal pergi putra pertamanya. Di hadapan pelayat, Nursiah sempat mengulang-ulang pertemuan dan kalimat terakhir sebelum kepergian Sultan.
“Dia menelepon dari Makassar, katanya mau pulang ketemu dengan saya karena rindu sekali kasihan. Makanya, kubakarkan ikan untuk makan siang, setelah tiba Minggu pagi di rumah. Sesudah makan malam, sebelum saya menghadiri hajatan di Siddo, dia pamit mau ke Parepare. Saya minta dia supaya hati-hati di jalan,” tutur Nursiah dengan nada sedih.
Berselang beberapa jam kemudian, Nursiah menerima informasi melalui keluarganya, bahwa anak pertama dari lima buah hatinya itu mengalami kecelakaan di Desa Kupa.
Ternyata, melepas kerinduan Sultan dengan bertemu ibudanya merupakan yang terakhir kalinya. Bayang-bayang anaknya yang berpakaian seragam Brimob masih terus membayangi Nursiah. ”Dia itu anak yang patuh sama orang tua,” ujarnya tak bisa menahan air mata.
Bukan hanya Nursiah yang terpukul dengan kepergian Sultan. Ayahnya, Suardi (50) juga mengalami hal serupa. Dia lebih banyak diam, namun terkesan memendam rasa sedih yang sangat mendalam.
Almarhum Sultan telah dimakamkan di kampung halamannya, kemarin dalam sebuah upacara. Pelepasan jenazah dipimpin Wakapolres Barru Kompol Andi Jamaluddin. Sementara proses penguburan di Dusun Congko dipimpin langsung Komandan Batalyon Brimbo Kompi A. Hadir sejumlah rekan Sultan dari kesatuan Brimob Polda Sulsel yang bermarkas di Pa’baeng-baeng, Makassar. (udi/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top