RAMZAH THABRAMAN
Bisnis

Berhenti Kerja, Beralih Produksi Gerobak Unik

BKM/ISHAK MAPPELAWA UNIK -- Gerobak unik yang diproduksi Budiman.

MAKASSAR, BKM — Maraknya penjualan secara online ternyata ikut pula menarik perhatian salah seorang pemesannya untuk memajang hasil produksi Budiman di media online. Dari sini sehingga banyak masyarakat mulai mengenal gerobak unik yang diproduksinya.
Budiman mulai menggeluti pekerjaan barunya sebagai perajin gerobak unik sekitar dua tahun lalu. Ketika itu ia hanya bermodalkan palu dan gergaji. Kini, dari usaha yang dikerjakannya sendiri, Budiman bisa meraup penghasilan Rp10 juta per bulan.
”Saat ini saya masih mengerjakan semuanya sendirian. Saya tidak memiliki tenaga kerja untuk membantu. Padahal, permintaan dari masyarakat selama ini cukup banyak,” tutur Budi, begitu lelaki ini akrab disapa, kemarin.
Kepada Berita Kota Makassar, warga Jalan Dg Regge 2 Lorong 19, Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo ini, mengatakan, sejauh ini usaha gerobak unik yang digelutinya cukup menjanjikan. Jumlah permintaan cukup banyak.
Namun ia permintaan pasar yang besar itu lantaran belum miliki lokasi sendiri serta modal besar. Sehingga ia masih bekerja seorang diri.
”Alhamdulillah, usaha gerobak unik yang saya geluti ini cukup menjanjikan masa depan saya serta kesejahteraan rumahtanggaku. Pasalnya, selama dua tahun lebih banyak permintaan pasar. Hanya saya sendiri yang menolak permintaan tersebut. Karena saya menyesuaikan sesuai dengan batas kemampuan, waktu, pikiran, dan tenaga saya. Karena saya kerja seorang diri. Begitu pula tempat kerja saya ini masih saya sewa,” ujar Budiman.
Sebelum menseriusi pekerjaan membuat gerobak unik, aku Budi, dirinya bekerja sebagai pengantar barang campuran ke toko-toko. Membuat gerobak unik ini juga berawal dari sekadar hobi.
”Sebelumnya saya bekerja di sebuah toko sebagai pengantar barang campuran. Di samping itu, saya memiliki hobi membuat gerobak. Saya mengamati gerobak yang unik cukup berpeluang. Sehingga waktu liburan saya manfaatkan untuk membuat gerobak untuk keperluan saya di rumah mengangkut seperti air. Dari sini teman yang melihatku kala itu mengerjakan gerobak, tiba-tiba minta dibuatkan sebuah gerobak yang hendak ia gunakan usaha,” beber Budi.
Permintaan temannya itu tentu membutuhkan modal. Sementara dirinya hanya bermodalkan palu dan gergaji. Budi pun meminta kepada temannya untuk membayar lunas lebih dahulu harga pesanan gerobaknya. Budi merincikan bahan yang hendak dibelinya. Dan temannya memberikan uang untuk membeli bahan dan sekaligus upahku untuk mengerjakan pesanannya.
Tidak lama berselang setelah satu unit gerobak unik yang dibuatnya itu digunakan temannya, tiba-tiba saja Budi mendapat permitaan sebanyak 25 unit gerobak seperti yang dibuat satu unit tersebut dan telah digunakan temannya.
”Setelah menerima order 25 unit gerobak itu, saya mulai berpikir tentang pekerjaan pengantar barang campuran. Karena untuk mengerjakan order 25 unit gerobak tersebut tentunya membutuhkan waktu dan juga yang mengorder mendesakku untuk menyelesaikan secepatnya. Tanpa pikir panjang, saya pun mengambil keputusan keluar dari tempat kerja lalu mengerjakan orderan gerobak itu. Selanjutnya, saya membuat komitmen ke pemesan, jika dalam sebulan saya hanya bisa mengerjakan 5 sampai 6 unit saja,” beber Budi.
Pengorder pun yang akan menggelar sebuah pameran tentunya mendesak waktu agar pesanan 25 unit gerobaknya harus terselesaikan selama 5 bulan. ”Di sini saya kerja kerja keras dalam menerima orderan tersebut. Perjanjiannya, setiap sepekan yang saya kerjakan tentu harus dibayar tunai dulu. Saya pun dibayar tunai sampai masa waktu. Alhamdulillah, semua terselesaikan sebelum waktu dari kegiatan pameran yang hendak dibuat pemesan. Dari sini lagi temanku yang mengupload gerobak yang saya buat lewat online. Hingga berjalan terus orderanku, sampai permintaan ?pasar lebih banyak. Hanya saya menolaknya. Karena saya seorang diri saja mengerjakan orderan tersebut. Di samping itu, saya terbentur lokasi usaha,” jelas Budiman.
?Hingga kini, Budi kerap mendapat order gerobak dari sebuah pameran, seperti kuliner dan pameran otomotif. ”Yah, Alhamdulillah orderan gerobak unik yang dipasarkan temanku lewat online, saya kerap mendapat order dari pemilik stand yang turut dalam sebuah pameran, baik pameran kuliner maupun pameran otomotif. Bahkan order dari pihak pelaku usaha.
”Gerobak buatan saya terbuat dari bahan baku kayu, multipleks, besi finishin dico dan APL, mulai dari harga Rp2 juta hingga Rp3 juta. Sejauh ini, saya dapat menyelesaikan sampai 6 unit per bulan dan bisa meraup pendapatan sampai Rp10 juta per bulan,” pungkasnya. (ish/mir/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top