Headline

Dipancing Transaksi 1 Bal Sabu, Tiga Pengedar Diringkus

SIDRAP, BKM — Tiga orang pengedar sabu diringkus petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap. Mereka diamankan bersama barang buktinya di Desa Pallae Bila Riawa, Kecamatan Dua Pitue, Sabtu (12/5) pukul 16.00 Wita.
Pengungkapan ini dilakukan tim Resmob Satres Narkoba Polres Sidrap dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Indra Waspada Yudha, didampingi Kanit Opsnal Narkoba Ipda Sudirman.
Tiga orang yang terciduk adalah Sudirman Alias Lodi (43), beralamat di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riawa, dan Aris alias Larise (32) warga Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng. Satu lainnya yakni Abd Salam Alias Paccie (62), berdomisili di Jalan Kannung, Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riawa, Sidrap.
Dalam pengungkapan ini, petugas berhasil menyita barang bukti satu bal sabu-sabu, atau satu bungkus dengan berat 49,16 gram. Selain itu, ada pula dua lembar kantongan kresek dari plastik, dua unit gawai serta dua unit kendaraan roda dua.
Kasat Reserse Narkoba AKP Indra Waspada Yudha di ruang kerjanya, Minggu (13/5), membenarkan pihaknya telah mengamankan ketiga orang yang diduga sebagai pengedar sabu tersebut.
“Awalnya kita terima informasi masyarakat kalau di Desa Pallae Bila Riawa sering terjadi transaksi narkoba. Informasi ini kemudian kita tindak lanjuti,” ujar Indra.
Untuk memancing pelaku bertransaksi, polisi menyamar sebagai pembeli (undercoverbuy). “Saat pelaku menyepakati tempat dan memperlihatkan barang buktinya, barulah kita sergap tanpa melakukan perlawanan,” terangnya.
Kini ketiganya sudah mendekam di dalam Polres Sidrap dan sudah ditetapkan tersangka. Dari hasil pengembangan, jaringan ini adalah pengedar di wilayah Pitu Riase, Dua Pitue.
“Kita masih kembangkan kasusnya, karena pelaku Sudirman belum mau mengakui dari mana didapatkan barang itu. Kami masih kembangkan jaringan ini,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Sidrap ini.
Ketiganya diancam pasal 112 junto 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan zat psikotropika golongan 1 dengan jenis narkoba amphetamin atau sabu-sabu.
“Ancaman maksimalnya sampai 20 tahun penjara, karena menyimpan dan menguasai narkoba di atas 5 gram,”tandasnya. (Ady)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top