Headline

Pilot Asal Finlandia Terciduk Petugas Bandara

MAKASSAR, BKM — Seorang pilot berkewarganegaraan Finlandia, Tuuri Teemu Mikael harus berurusan dengan petugas Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Warga Negara Asing (WNA) berusia 44 tahun tersebut kedapatan melakukan aktivitas ilegal di wilayah terlarang dalam kawasan bandara.
Bersama seorang remaja bernama Dafa Sukma Putra (17), warga Taman Sudiang Indah, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Tuuri yang bekerja sebagai pilot komersil itu melakukan pengambilan gambar di area terlarang bandara, yakni landasan pacu, Kamis (10/5).
Tuuri diketahui mengambil gambar pesawat udara saat mendarat, take off serta berada di appron bandara selama lima hari. Hal itu dilakukannya karena ia memiliki hobi forografi. Terutama yang menyangkut dengan pesawat udara. Lokasi pengambilan gambar tersebut ditemukan pada sebuah situs websites.
Apa yang dilakukan Tuuri bersama Dafa diketahui petugas security bandara bernama Syaril. Ia kemudian mengamankan sang pilot bersama seorang pelajar SMK Penerbangan itu. Keduanya lalu digelandang ke posko Avsec Bandara guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari pengakuannya, Tuuri berada di area landas pacu untuk mencari titik. Hanya saja, ia enggan merinci titik apa yang dicarinya. Petugas yang curiga, selanjutnya mengecek kamera dan memori carnya. Di dalamnya ditemukan foto-foto yang lokasinya dianggap melanggar.
Tuuri sudah lima hari berada di Makassar dan menginap di sebuah hotel. Ia menyebut dirinya jebolan pilot Unitet State Amerika (USA). Sehari-harinya Tuuti berprofesi sebagai pilot di negara asalnya, yakni Finlandia.
Sementara Dafa berdalih bahwa keberadaannya di ujung runway bukan menemani Tuuri. Siswa SMK Penerbangan kelas 2 ini mengaku tak mengenal WNA tersebut. Keberadaannya di ujung landasan untuk melihat dan mengambil gambar pesawat dari dekat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan keduanya diamankan saat berada di landasan pacu karena mengambil gambar pesawat udara.
“Kesalahan seorang WNA ini, karena ia mengambil gambar di area terlarang. Tepatnya di ujung runway bandara. Termasuk seorang pelajar SMK Penerbangan,” ujar Kombes Dicky, kemarin.
Setelah keduanya diinterogasi, selanjutnya petugas bandara menyerahkan Tuuri ke petugas Imigrai Bandara bernama Ferri, disaksikan Manager Avsec AP 1 Arif Sirajuddin. Dari pihak TNI Angkatan Udara (AU) disaksikan Kapten Sus Gima, serta Danintel Koopsau II .
”Selanjutnya WNA tersebut diserahkan ke Kanwil Imigrasi bersama paspornya untuk memastikan keabsahannya,” jelas Dicky.
Dari penelusuran lebih jauh, Tuuri diketahui masuk ke Indonesia tanpa menggunakan visa, menyusul kebijakan bebas visa. Dalam rentang waktu 2017-2018, ia sudah tiga kali masuk ke Indonesia.
Usai menjalani pemeriksaan, petugas kemudian memberikan surat pernyataan kepada Tuuri. Salah satu poinnya, yakni bersedia menghapus seluruh gambar yang terdapat dalam kamera beserta gambar yang terdapat dalam kartu memori penyimpannya. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top