Headline

Polda Kirim 1 Kompi Brimob Jaga Titik Rawan di Palopo

MAKASSAR, BKM — Satu kompi atau 120 personel Brimob dikirim Polda Sulsel ke Kota Palopo. Mereka ditugaskan menjaga dan mengamankan kantor Panwaslu setempat, serta mengantisipasi aksi massa.
Langkah tersebut diambil menyusul kian memanasnya suhu politik di wilayah tersebut, setelah panwaslu Kota Palopo memutuskan calon wali kota petahana Judas Amir melanggar pasal 71 ayat 2 Undang-undang nomor 10 tahun 2016. Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mendiskualifikasi pasangan Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (Juara).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan pengiriman satu kompi personel Brimob ke Palopo dimaksudkan guna mencegah serta mengantisipasi aksi anarkis dan kericuhan.
”Personel Brimob yang diterjunkan ke sana ditempatkan di beberapa titik yang dianggap rawan. Seperti kantor Panwaslu, KPU, kantor wali kota dan gedung DPRD Palopo. Sebab dikhawatirkan, massa pendukung pasangan calon akan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan, hingga melakukan pengruskan fasiliats umum,” terang Dicky.
Selain satu kompi personel Brimob, pengamanan juga melibatkan jajaran Polres Palopo.
Siang kemarin, simpatisan dan pendukung pasangan Juara menggelar aksi di kantor Panwaslu Palopo. Mereka mempertanyakan keputusan Panwaslu yang menyatakan bahwa pasangan Juara telah melanggar pasal 71 ayat 2 UU nomor 10 tahun 2016.
Sebelumnya, pada sore hingga malam hari, puluhan simpatisan Juara juga sempat mendatangi kantor Panwaslu yang terletak di Jalan Anggrek. Hanya saja, tak satupun komisioner yang melayani massa tersebut.
Haerul Salim selaku Master Campaign Juara, mengingatkan kepada Panwaslu untuk tidak main- main dalam mengambil keputusan. Menurutnya, pada beberapa kasus yang ditangani, setiap mengambil keputusan Panwaslu menyampaikan secara resmi dengan mengundang media untuk konferensi pers.
“Tapi ini lain. Ada apa? Kami juga ingin mempertanyakan atas dasar apa pasangan Juara melanggar. Hingga ada kata diskualifikasi yang disebut-sebut oleh ketua Panwaslu,” cetus Haerul Salim.
Haerul mengimbau kepada seluruh simpatisan dan massa Juara untuk tetap taat terhadap aturan yang ada. Tidak anarkis atau melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. “Mari kita jaga Palopo yang sudah dibangun oleh Pak Judas Amir,” imbuhnya. (mat-wan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top