NURDIN HALID-AZIZ QAHHAR MUDZAKKAR AGUS ARIFIN NU'MANG-TANRIBALI LAMO NURDIN ABDULLAH-ANDI SUDIRMAN SULAIMAN ICHSAN YASIN LIMPO-ANDI MUZAKKAR
Bisnis

2018, Vale Targetkan Produksi Nikel 77 Ribu Ton

BKM/CHAIRIL INDRA MEDIA GATHERING -- Senior Manager & Communication PT Vale Indonesia Tbk, Budi Handoko (kanan) didampingi S Bayu Aji, Fungsi Coordination, Production, dan Planning (tengah), serta Sihanto B Bela, Senior Coordinator Communication sedang memberi penjelasan kepada wartawan pada acara media gathering, kemarin.

MAKASSAR, BKM — Angka produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk ditahun 2017 mengalami penurunan sekitar dua persen lebih jika dibandingkan produksi ditahun 2016. Ditahun 2016, jumlah produksi mencapai 78.976 ton. Sedangkan ditahun 2017 hanya 76.807 ton.
”Tapi kami optimis ditahun 2018 ini, angka produksi kami akan mencapai 77.000 ton,” kata Senior Manager & Communication PT Vale Indonesia Tbk, Budi Handoko didampingi S Bayu Aji, Fungsi Coordination, Production, dan Planning, serta Sihanto B Bela, Senior Coordinator Communication, di sela acara Media Gathering yang berlangsung di Grind & Pull Makassar, Selasa (17/4).
Budi Handoko mengatakan, PT Vale saat ini memiliki lahan konsesi seluas 118,017 hektare yang berada di Sulsel, Sulteng, dan Sultra. Dari luas areal konsesi ini, diestimasikan memiliki cadanga nikel sekitar 80-an juta ton.
”Perkembangan bisnis nikel di tahun 2017 menggambarkan dinamika yang menarik. Di satu sisi, harga nikel masih tertekan, namun di sisi lain permintaan nikel naik. Kami tetap berkomitmen mengatasi segala tantangan dan senantiasa menjaga reputasi kami sebagai produsen nikel yang bertanggung jawab. Tidak hanya memegang teguh implementasi nyata tata kelola perusahaan yang baik, namun juga menjadi warga negara yang baik. Kami akan menempatkan diri sebagai produsen nikel dengan biaya produksi yang efisien, menjunjung tinggi etika bisnis dan mengedepankan praktik bisnis yang bertanggung jawab,” tandas Budi.
Pada kesempatan tersebut, Budi juga mengungkapkan kalau kenaikan harga batubara yang terjadi pada tahun 2017, telah ikut memengaruhi daripada belanja produksi PT Vale. Karena dari lima kilang dimana tiga di antaranya digunakan untuk pengeringan atau dryer menggunakan bahan bakar batubara sekitar 80 sampai 90 persen. Sisanya menggunakan bahan bakar minyak.
”Ke depannya, kami akan coba menerapkan penggunaan bahan bakar batubara dan minyak secara berimbang. Jadi ketika harga batubara melonjak maka kami akan menggunakan minyak. Begitu pula sebaliknya,” ujar Budi seraya menambahkan, ditahun 2018 ini belanja produksi ditargetkan sebesar 100 juta dollar. Dana ini akan digunakan konversi bahan bakar dan peremajaan alat. (mir)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top