Headline

Produksi Web Series Tanpa Pernah Sekolah Film

IST OTODIDAK-Zulkarnaen Gobel, CEO AIM Production yang memproduksi wes series tanpa pernah mengenyam sekolah film.

DUNIA perfilman Makassar kini tengah menikmati masa-masa indahnya. Berbagai film layar lebar besutan sineas Kota Daeng bisa disaksikan tayang di bioskop. Dan yang terakhir muncul adalah produksi film web series.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

DI berbagai media sosial saat ini, film web series asal Makassar tengah merajalela. Salah satunya yang tengah eksis adalah AIM Production melalui karyanya Jalangkote Rasa Keju (JRK).
Kehadiran film web series yang baru tayang di chanel Youtube ini kini tengah menjadi sorotan. Garapan secara profesionalnya untuk film yang hanya disiarkan melalui daring ini, membuatnya menjadi buah bibir. Secara tidak langsung, AIM Production telah menciptakan film yang bisa ditonton oleh siapapun dan dimanapun.
Web series atau dikenal juga sebagai webpisode merupakan salah satu bentuk tontonan internet. Konsep ini mirip dengan program acara televisi, namun dengan durasi tayang yang relatif pendek, sekitar 5-15 menit.
Format acaranya bisa bermacam-macam, seperti sinetron atau FTV (film televisi), talkshow, tips dan trik, tutorial, berita maupun serial video blog/vlog. Suatu web series biasanya terbagi dalam episode-episode, di mana waktu penayangannya atau lebih tepatnya upload, biasanya mengikuti pola yang ada di televisi. Misalkan episode baru akan muncul sekali seminggu, tiap hari Senin. Namun patokan itu tidak selalu baku. Bisa saja berubah, bergantung dari situasi kondisi yang terjadi di lapangan, misalkan ada kendala.
Sosok di balik produksi web seris JRK adalah adalah Zulkarnaen Gobel. CEO AIM Production inilah yang membuat dunia perfilman Makassar menjadi lebih semarak. Siapakah dia?
Tertarik menggali lebih dalam, BKM pun mengunjungi langsung Production House (PH) AIM Production. Lokasinya di Perumahan Villa Surya Mas, Jalan Toddopuli Raya Timur, Makassar.
Di sini, BKM disambut langsung oleh Zulkarnaen. Di tempat inilah ia tinggal, sekaligus menjadikannya sebagai PH.
Saat ditemui, pria kelahiran Kabupaten Pangkep, 5 Januari 1984 ini hanya mengenakan pakaian santai berwarna hitam dengan celana pendek. Setelah menyuguhkan minuman, Zulkarnaen pun menyalakan rokoknya. Kemudian berkisah tentang awal mulanya ia tertarik dengan dunia film, sampai berhasil menciptakan film.
Setelah menyelesaikan studi di SMAN 1 Makassar, Zulkarnaen sebenarnya tak langsung terjun ke dunia perfilman. Malah ia terlebih dahulu memulai bekerja di salah satu perusahaan distributor handphone sebagai marketing. Sempat berpindah, ia kembali menjadi marketing di salah satu perusahaan elektronik.
Namun, sejak dulu ia memang hobi menonton film. Sampai pada akhirnya, ayah tiga orang anak ini pun kesampaian berpikir juga untuk membuat film.
Bermula saat ia menggeluti dunia fotografi. Ternyata dunia seperti inilah yang menjadi passion dirinya. Ia pun terus mengembangkan keahliannya itu. Sampai suatu saat ia mencoba membuat video sendiri dan ikut dalam beberapa produksi film.
“Iya, awalnya buat-buat video saja. Video jalan-jalan dan sebagainya. Terus ikut-ikut di beberapa produksi film. Kadang ngedrone, kadang bantu-bantu film layar lebar yang ada di Jakarta, sambil belajar juga bagaimana memproduksi film itu,” jelasnya.
Hingga akhirnya Zulkarnaen berpikir untuk menciptakan sebuah film sendrii. Beberapa tahun setelah melalui proses belajar itu, tepatnya pada 2015, ia pun membentuk dan mendirikan AIM Production.
Salah satu karyanya yang bisa dinikmati kini adalah Jalangkote Rasa Keju yang telah tayang di Youtube sejak 12 April lalu. Film web series ini direncanakan akan terbit setiap seminggu sekali, terhitung tanggal penayangannya. Dan akan tayang sampai tujuh episode.
Pria yang bahkan tak pernah mengenyam pendidikan di sekolah film ini, mengatakan sampai saat ini dirinya masih terus belajar. Belajar secara otodidak untuk terus menciptakan film yang lebih berkualitas .
“Sampai sekarang juga masih belajar, banyak bergaul dengan film maker yang sudah senior, di Jakarta ataupun di Makassar,” katanya merendah. (*/rus/b)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top