Headline

ASN Diminta Waspada ‘Jebakan’ Politik

MAKASSAR, BKM — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi tahun politik saat ini. Jangan sampai, ASN terjebak dalam sebuah kegiatan yang berbau politik secara tidak sengaja.
Statemen itu dikemukakan menyusul beredarnya foto Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang menghadiri acara salah satu pasangan calon Wali Kota, Appi-Cicu di Mal Ratu Indah pada Rabu (11/4). “Saya akan ingatkan yang bersangkutan,” kata Tautoto.
Untuk memberi contoh kepada seluruh ASN, kepada staf Protokol Pemprov Sulsel, dia meminta untuk selektif dalam mengatur acara atau jadwalnya agar tidak bersentuhan dengan persoalan politik saat ini.
“Tolong kosongkan jadwal saya. Selektif atur. Jangan masukkan kegiatan yang ada hubungannya dengan persoalan politik, ” jelas Tautoto.
Sementara itu, Sekretaris Bapenda Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra, Kamis (12/4), mengklarifikasi kehadirannya di acara talk show Rabu Kita yang berlangsung Rabu (11/4) di Mall Ratu Indah Makassar.
Putra mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, ini membantah hadir di acara tersebut untuk memberikan sambutan.
Ia menjelaskan, acara tersebut mengangkat tema Kita Muda, Kita Hebat yang mengundang empat perempuan sebagai pembicara yang dinilai hebat oleh panitia. Satu dari empat perempuan itu adalah istrinya, yakni Riska Mulfiati Redindo.
“Dalam acara tersebut istri saya diundang sebagai pembicara yang membahas aktivitas kesehariannya antara bekerja dan mengurus keluarga. Panitia lalu mengundang saya ke panggung untuk meminta testimoni saya terkait sosok istri di mata saya,” katanya.
Ia membantah, kehadirannya di acara tersebut untuk memberikan sambutan dan dukungan kepada pasangan tertentu di pilwali Makassar.
“Saya hadir di acara tersebut sebatas mendampingi istri saya. Dalam acara tersebut saya tidak pernah menyinggung pilkada. Saya hanya berbicara terkait kegiatan istri saya yang menjadi salah satu pembicara pada acara talk show tersebut,” ujar mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Gowa ini.
Pria yang akrab disapa Dindo ini menjelaskan, ia tunduk dan patuh pada aturan yang melarang ASN terlibat dalam politik praktis sehingga tidak akan melanggar aturan tersebut. Dan kehadirannya di acara tersebut bukan pada saat jam kantor, karena ia datang pukul 17.00 Wita.

Rekomendasikan Diproses Hukum

Dari Sidrap dilaporkan, kasus dugaan keterlibatan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisosdukcapil) Sidrap, Saharuddin Laupe pada pilkada di daerah ini terus berlanjut. Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) setempat mengeluarkan putusan menindaklanjuti laporan tim sukses pasangan Dollah-Mahmud.
Panwas memberikan rekomendasi ke pihak Gakumdu agar pihak terkait dapat menindaklanjuti kasus dugaan keterlibatan salah seorang ASN Pemkab Sidrap. Hal itu disampaikan Syamsul Bahri selaku pelapor, usai menerima putusan.
“Alhamdulillah, panwas mengeluarkan putusan bahwa kasus tersebut ditindaklanjuti ke pengadilan,” kata Syamsul Bahri, Minggu (16/4).
Menurutnya, tidak ada alasan bagi panwas menghentikan kasus itu karena sudah banyak bukti terlapor. “Kami banyak bukti keterkaitan kasus ASN tidak netral. Bahkan, sebagai pejabat negara sudah diduga kuat ikut mendukung pasangan calon bupati,” terangnya lagi.
Kasus yang tercatat dalam laporan No 004/LP/PB/Kab/27.15/IV/2018 itu kini direkomendasikan untuk ditindaklanjuti penyidik Polres Sidrap, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Kemenpan RB dan BKN.
Ketua Panwas Sidrap Muhardin, mengaku telah menindaklanjuti kasus tersebut. Menurutnya, dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu pejabat Sidrap ini ditingkatkan ke penyidikan.
“Dugaan ini kita tindak lanjuti. Nanti di pihak penyidik yang melanjutkan kasus ini untuk diproses hukum. Salah tidaknya itu tergantung hasilnya,” ujar Muhardin.
Terpisah, Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan mengatakan pihaknya telah menyerahkan kasus ini ke penyidikan Tim Gakkumdu, yang terdiri penyidik Reskrim Polres dan kejaksaan.
“Kasus sudah ditangani tim Gakkumdu untuk diproses lanjut. Kita lihat perkembangan nanti. Yang jelas kasus ini diproses sesuai aturan,” ucap Kapolres Ade Indrawan.
Sebelumnya, aksi demo dilakukan tim pasangan Dollah-Mahmud yang menginginkan pejabat Sidrap diproses hukum. Pasalnya, Kadissosdukcapil ini telah mengampanyekan salah satu paslon dengan membagi-bagikan sembako pada warga.
Namun, hal itu dibantah Saharuddin Laupe. Ia berdalih bahwa pihaknya membagi-bagi sembako bukan mengampanyekan paslon FATMA. Melainkan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui bantuan sosial yang sudah diagendakan anggaran bantuan masyarakat kurang mampu.
“Saya tidak pernah menyuruh warga atau mengarahkan dukungan salah satu paslon. Program bagi-bagi sembako ini sudah ada alokasi anggaran setiap tahun melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan APBD Sidrap,” jelas Syaharuddin Laupe. (rhm-ady/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top