RAMZAH THABRAMAN
Headline

Tragedi di Pemusnahan Barang Bukti

MAKASSAR, BKM — Pagi di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. Kira-kira pukul 09.30 Wita, Rabu (11/4).
Dua buah meja bercat hitam dipasang saling menyambung. Di atasnya terdapat aneka jenis barang yang dikemas dalam kantong plastik. Pada bagian lain terdapat tumpukan karton yang terdapat barang di dalamnya.
Di tembok belakang nama kantor Kejari Makassar terpasang spanduk berukuran sedang berwarna hijau. Tertera tulisan; Pemusnahan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Makassar.
Tak lama berselang, sejumlah pejabat menuju meja di lokasi yang biasa digunakan tempat upacara pegawai dan jaksa Kejari Makassar. Ada Kepala Kejari Makassar Dicky Rachmat Rahardjo. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal. Perwakilan dari Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinkes serta Humas PN Makassar.
Sembari berdiri, mereka memegang serta memperlihatkan beberapa barang bukti yang hendak dimusnahkan. Fotografer dari berbagai media cetak serta kameraman televisi mengabadikan momen ini.
Barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan periode Oktober hingga Desember 2017.
Usai prosesi, mereka lalu beranjak dari lapangan. Barang bukti yang hendak dimusnahkan kemudian dimasukkan ke dalam drum. Api lalu disulut dan berbagai jenis barang itupun terbakar.
Hanya berselang beberapa menit, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan. Duarrrr!!! Dentuman dan getarannya begitu keras. Suaranya terdengar hingga radius 50 meter.
Di saat bersamaan, kaca jendela di ruangan bidang pidana umum (pidum) pecah berkeping-keping. Satu unit mobil milik salah seorang jaksa fungsional mengalami kerusakan pada bagian bumper depan.
Tragedi di pemusnahan barang bukti ini juga melukai dua orang. Yakni Saparuddin, petugas keamanan Kejari Makassar, serta seorang pria muda bernama Iksan. Korban Iksan disebutkan mengalami peristiwa nahas ketika datang untuk membayar tilang di loket, Sementara Saparuddin tengah bekerja menggurinda barang bukti berupa anak panah yang terbuat dari besi. Tempatnya tak jauh dari drum pembakaran.
Cidera dialami keduanya akibat terkena serpihan dari ledakan. Mereka menderita luka robek pada bagian perut, paha kanan serta lengan kanan. Selanjutnya dievakusi ke Rumah Sakit Pelamonia guna mendapatkan perawatan medis.
Pada saat ledakan terjadi, Plt Wali Kota Syamsu Rizal belum terlalu jauh dari lokasi. Ia pun langsung berlari menjauh.
”Saya kaget sekali. Karena lihat orang berlarian, saya juga ikut lari. Budaya massa,” ujarnya. Bersama Kajari, Deng Ical selamat dalam kejadian ini.

Anjing Pelacak Diturunkan

Sesaat usai ledakan, tim dari Polsek Ujung Pandang, Reskrim Polrestabes Makassar, Jatanras dan Forensik Bareskrim Mabes Polri langdung datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya garis polisi dipasang.
Anjing pelacak K9 juga dikerahkan guna menyisir lokasi ledakan. Sementara tim Forensik Bareskrim Mabes Polri diturunkan langsung melakukan olah TKP.
Kajari Makassar Dicky Rachmat Rahardjo sangat menyayangkan terjadinya insiden ledakan tersebut. ”Ini merupakan kejadian situasional. Tidak ada yang menyangka peristiwa ini. Tidak ada unsur kesengajaan dan tak terduga,” terangnya.
Terhadap dua orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini, Dicky menegaskan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab dan menanggung semua biaya pengobatan selama di rumah sakit.
Ditemui saat menjalani perawatan medis, korban Saparuddin mengaku kaget dan tidak menyangka akan terjadi ledakan. ”Dalam posisi jongkok, saya sementara sedang memotong-motong besi barang bukti anak panah dan parang. Jarak saya dengan drum tempat pembakaran barang bukti hanya lima meter. Begitu terjadi ledakan, saya terkena serpihannya,” terang Saparuddin.
Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu yang ditemui di TKP, mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi terkait penyebab ledakan.
“Kita masih mencari penyebab ledakannya, apakah ada terdapat unsur kelalaian dalam ledakan tersebut atau tidak,” tandasnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan yang dayang ke lokasi kejadian, juga mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab pasti ledakan. Kata dia, ada beberapa barang bukti yang dimusnahkan diduga bisa memicu terjadinya ledakan. Seperti baterai gawai serta botol parfum.
”Belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Tim forensik masih melakukan olah TKP dan identifikasi. Nanti setelah itu baru bisa disimpulkan, apakah ada kesalahan prosedur atau tidak,” tandasnya.
Jika nantinya terbukti ada kesalahan SOP (Standar Operasional Prosedur), bisa dijerat dengan pasal 360 KUHP. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top