RAMZAH THABRAMAN
Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Bangun Landmark Iconic

BKM/CHAIRIL INDRA PENJELASAN -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo didampingi Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono mendapatkan penjelasan terkait berbagai fasilitas yang akan dibangun di atas areal Landmark ini.

MAKASSAR, BKM — Janji Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Agus Susanto untuk membangun landmark atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Makassar, akhirnya terealisasi.
Rencana pembangunan ini ditandai dengan pencanangan Landmark Makassar yang berlangsung di lokasi pembangunan, di Center Point of Indonesia (CPI), akhir pekan lalu. Pencanangan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersama Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono.
”Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan nota kesepahaman yang telah dilakukan sebelumnya pada November 2017 lalu,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto di sela acara pencanangan tersebut.
Di sela pencanangan tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan sebesar Rp441,5 juta kepada tiga peserta BPJS Ketenagakerjaan, masing-masing ahli waris Sanggu berupa santunan Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp45.156.050, ahli waris Rachmat berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp270.823.999, dan kepada Shabrun
Djafar berupa Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp125.559.290.
Menurut Agus Susanto, pembangunan landmark ini dimaksudkan untuk mendekatkan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat, melalui penyediaan sarana umum yang memfasilitasi kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial, yaitu mewujudkan ruang publik terbuka yang luas dan nyaman.
Landmark ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk sarana interaksi sosial di sela kesibukan rutin. Landmark BPJS Ketenagakerjaan ini nantinya berada di area pengembangan Masjid 99 Kubah di CPI yang merupakan salah satu ikon baru di Kota Makassar.
Landmark ini merupakan bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan, berupa hibah bangunan dan fasilitas yang dikembangkan di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada lahan seluas 2,5 Ha ini, BPJS Ketenagakerjaan akan mengembangkan berbagai fasilitas yang dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, hingga masyarakat lanjut usia.
Fasilitas tersebut di antaranya taman kota yang hijau, amphiteater, area bermain anak sesuai standar Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), area olahraga seperti jogging track, bola voli, bola basket, wall climbing, dan skate park, serta media informasi tentang program BPJS Ketenagakerjaan di beberapa sudut area.
Pencanangan pembangunan Landmark Makassar merupakan pencanangan kedua, setelah sebelumnya pencanangan pembangunan landmark ini dilakukan di Gianyar, Bali beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan pencanangan ini, BPJS Ketenagakerjaan ingin memperkenalkan desain Landmark kepada masyarakat Makassar.
”Kami berharap Landmark ini dapat menjadi media sosialisasi yang tepat kepada masyarakat tentang manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, dan memberi nilai tambah pada Sulawesi Selatan khususnya Makassar dalam hal pariwisata dan menjadikannya Landmark yang iconic,” kata Agus.
Untuk tahap pertama, tambah Agus, pihaknya mengucurkan dana sebesar Rp7 miliar. Selanjutnya akan ditambah sesuai kebutuhan. ”Kami belum tahu persis berapa total anggaran yang akan digunakan dalam pembangunan Landmark ini. Tapi untuk tahap pertama, kami akan mengucurkan dana sebesar Rp7 miliar,” ujar Agus. (mir)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top