RAMZAH THABRAMAN
Headline

Mendiknas: UNBK tidak 100 Persen

MAKASSAR, BKM — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhadjir Efendy menegaskan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini belum bisa dilaksanakan 100 persen. Salah satu yang menjadi kendala adalah akses internet.
”Jadi nanti UNBK tidak 100 persen. Internet dibutuhkan hanya untuk kebutuhan download saja. Setelah itu potong. Jadi siswa mengerjakan soal tidak terkait dengan internet,” ujar Mendiknas usai menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk Pendidikan di Era Milenial di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Jumat (9/3).
Bagi sekolah yang terkendala dengan akses internet, Muhadjir menjelaskan, solusinya adalah panitia pelaksana ujian bisa mendownload materi soal terlebih dahulu. Kemudian siswa mengerjakannya lewat perangkat lunak yang sudah diprogramkan.
Dia menekankan kepada seluruh siswa yang akan mengikuti UN agar agar mempersiapkan diri dengan baik. Hal itu akan membantu untuk menyelesaikan UNBK dengan baik dan lulus. Karenanya, Muhadjir tak mau mendengar laporan kecurangan dari pelaksanaan ujian nasional yang rencananya akan berlangsung April mendatang.
Di bagian lain penjelasannya, Mendiknas sangat mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan Dinas Pendidikan Sulsel yang mengupayakan pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK di Sulsel dilaksanakan secara keseluruhan berbasis komputer.
“Alhamdulillah, menurut laporan dari kepala Dinas Pendidikan Sulsel, bahwa untuk Sulsel Insyaallah nanti UNBK, baik SMA maupun SMK 100 persen menggunakan komputer,” ujarnya.
Dia berharap, apa yang dilakukan Sulsel bisa dicontoh oleh provinsi lain. Menurutnya, pelaksanaan UNBK akan meminimalisir terjadinya praktik kecurangan yang tidak terpuji.
Untuk standar kelulusan tahun ini, menurut Mendiknas, masih sama tahun lalu. Dirinya tidak mau mematok standar tinggi. Karena yang paling penting dilakukan saat ini adalah bagaimana menumbuhkan nilai integritas dan kejujuran di kalangan siswa.
“Sama tahun lalu. Tidak ada perubahan. Kita fokus pada kejujuran dulu. Integritas dulu, baru kualitas. Apa artinya nilai bagus tapi curang?” cetusnyanya.
Saat ini, Disdik Sulsel terus melakukan persiapan menjelang pelaksanaan UN 2018. Tahun ini ditarget seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK akan mengikuti UNBK.
Khusus di Sulsel, UNBK 2018 akan diikuti 959 sekolah tingkat SMA dan 408 SMK. Untuk tingkat SMP, sejauh ini yang siap menggelar UNBK sudah ada 1.447 sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, mengatakan semua sekolah di Sulsel telah mengadakan simulasi sebagai langkah awal untuk menghadapi UNBK.
“Untuk persiapan UNBK 2018, pada saat ini semua sekolah sudah siap. Karena sudah melakukan simulasi minimal dua kali, dan sudah pernah melakukan ujian tiga kali,” kata Irman.
Dia melanjutkan, berbeda dengan UNBK tahun 2017 lalu, tahun ini, model soal cukup berbeda. Selain ada multiple choice alias pilihan ganda, soal juga disajikan dalam bentuk esai. Berdasarkan jadwal dari Kemendiknas, UN untuk tingkat SMK akan diselenggarakan pada 2 April hingga 5 April. Kemudian SMA/MA pada 9 hingga 12 April, dan UN susulan SMK/SMA/MA pada 17-18 April. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top