Gojentakmapan

Adnan: Urusmi Bone Dulu, Janganmi Urus Gowa

Adnan Prichta Ichsan

GOWA, BKM — Pernyataan Nurdin Halid (NH) yang mewacanakan akan mengganti kota Sungguminasa sebagai ibukota Kabupaten Gowa menjadi kota administratif saat melakukan orasi di depan tim pemenangannya dalam rangkaian konsolidasi tim jelang Pilgub beberapa hari lalu, ditanggapi santai Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Saat dicegat wartawan usai membuka forum konsultasi publik di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa, Rabu (7/3/2018), Adnan mengatakan, sebaiknya NH fokus saja mengurus Bone Selatan yang sudah diwacanakan sejak lama dan sampai saat ini belum juga terealisasi.

“Seharusnya pak Nurdin Halid fokus saja dulu pada Bone Selatan karena sudah lama diteriakkan dan sampai sekarang belum jelas hasilnya meski sudah diajukan ke pusat. Ada dua itu yang diwacanakan akan dimekarkan yakni Bone Selatan dan Luwu Tengah. Kalau saya sih, Pak Nurdin urus dulu Bone, janganmi urus Gowa,” ungkap Adnan sambil tersenyum.

Menurut Adnan, soal Gowa bisa atau tidak jadi kota adninistratif itu urusan pemerintah pusat.

Terkait adanya wacana memindahkan Kabupaten Gowa ke dataran tinggi sementara kota Sungguminasa menjadi kota Administratif, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muchlis juga angkat bicara. Menurutnya Gowa itu belum bisa menjadi kota administratif disebabkan Gowa yang memiliki 18 kecamatan baru memiliki dua kecamatan yang berciri khas kota yakni Kecamatan Somba Opu dan Kecamatan Pallangga sementara kecamatan lainnya belum.

“Jadi untuk membuat kabupaten jadi  kota itu harus pakai konsep berciri khas urban. Di Jawa saja masih dilakukan hal tersebut lantaran tidak semua wilayah di Jawa memiliki ciri kota tapi masih lebih banyak yang berciri desa. Dan di Gowa itu 40 persen wilayahnya masih lahan pertanian dan 60 persen penduduk Gowa adalah petani. Jadi Gowa belum bisa dijadikan kota,” kata Muchlis.

Soal peningkatan mutu pelayanan kesehatan, kata Adnan, Pemkab Gowa telah menjadikan 26 puskesmas di Gowa sebagai puskesmas rawat inap.

“Sejak 2016 lalu kita sudah lakukan peningkatan status 26 puskesmas menjadi layanan rawat inap. Dan tahun 2018 ini semua sudah rampung. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang jauh dari kota bila ingin mendapatkan pelayanan rumah sakit selain itu untuk mengurai menumpuknya pasien di rumah sakit karena sudah bisa dirawat di puskesmas,” tandas Adnan. (saribulan)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top