PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Paman dan Ponakan Meninggal Tersambar Petir

BANTAENG, BKM — Dua warga Pa’bineang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng menemui ajal dengan cara tragis. Sampara (50) bersama ponakannya Joharia (35) meninggal usai tersambar petir, Selasa (27/2) pukul 16.15 Wita.
Kerabat korban Aidil Adha menuturkan, keduanya ditemukan tergeletak tak bernyawa di bawah tenda pembibitan rumput lautnya. “Di pinggir laut di bawah pembibitannya disambar petir,” ujarnya.
Dikemukakan Aidil, sehari-hari kedua kerabatnya itu bekerja satu tim dalam usaha pembibitan rumput laut. Seperti biasa, kata dia, keduanya ke tempat kerjanya untuk mengikat bibit rumput laut pada tali bentangan.
Pada saat hujan deras, mereka berteduh di bawah tenda kerjanya. Namun nahas baginya. Petir yang datang secara tiba-tiba, menyambar tubuhnya dan menyebabkan keduanya meninggal seketika.
Lurah Lamalaka Rusdi Mukhtar yang dihubungi kemarin, mengaku baru mau menuju rumah korban. “Saya baru dapat info kalau ada warga yang jadi korban petir. Saya baru mau menuju ke rumah duka”, ujarnya.

Penjelasan BMKG

Dihubungi terpisah di Makassar, prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Re’kun Matandung, mengatakan hujan lebat memang terjadi pada hari Selasa (27/2) di wilayah Bantaeng, Sinjai, dan Bulukumba.
Kendati intensitas hujan di wilayah selatan perlahan menurun, namun untuk tiga kabupaten tersebut, peluang terjadinya hujan lebat masih bisa terjadi. Alasannya, ketiga daerah itu terdapat Gunung Latimojong.
”Ketika awan terbentuk dan angin bertiup dari Barat, akan membawa awan. Namun karena terhalang Gunung Latimojong, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di tiga wilayah tersebut,” terang Re’kung Matandung, kemarin.
Re’kun melanjutkan, dalam tiga hari ke depan, secara umum prakiraan cuaca di wilayah Sulawesi Selatan umumnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Potensi hujan sedang hingga lebat bisa terjadi di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Palopo, Masamba, Malili, dan Tana Toraja. Umumnya hujan lebat terjadi pada siang dan sore hari, disebabkan faktor lokal seperti pertumbuhan awan konvektif karena topografi wilayahnya.
Sementara hujan ringan hingga sedang diperkirakan bisa terjadi di wilayah Pinrang, Pare-pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Soppeng, Bone, dan Wajo.
Suhu udara secara umum berada pada kisaran 21 hingga 32°C. Kelembaban udara 75 hingga 95 persen. Angin bertiup dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan 5 hingga 30 km/jam.
Lebih jauh dikemukakan, penguapan air akibat awan konvektif dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Jika tidak diantisipasi dengan baik, curah hujan di wilayah utara dapat menyebabkan dampak negatif bagi penduduk setempat. Seperti ancaman banjir di dataran rendah, dan kemungkinan adanya pengerukan tanah di dataran tinggi yang dapat berujung longsor.
Turunnya intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah di Sulsel karena puncak musim hujan telah lewat pada Desember 2017 lalu hingga Januari 2018. Sementara itu, masa transisi musim hujan ke musim kemarau diprediksi akan berlangsung pada bulan April mendatang. (wam-rhm/rus/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top