Headline

Tinggalkan Sinetron Demi Keluarga

IST Dr Hernita Sahban

HIDUP adalah pilihan. Ketika memutuskan untuk mengubah haluan karena alasan yang kuat, jangan ragu untuk memantapkan pilihan.
Begitu prinsip Dr Hernita Sahban,SE,ME, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya.

Laporan: Rahmawati Amri

DULUNYA, wanita cantik ini merupakan artis sinetron yang cukup laris. Dunia peran layar kaca, khususnya yang bergenre laga telah dilakoninya. Dia terlibat di sejumlah laga yang cukup tenar. Diantaranya Wiro Sableng dan Tutur Tinular.
Namun, profesi sebagai seorang artis ternyata membuatnya jemu. Walaupun bagi orang kebanyakan, profesi itu sangat menggoda.
Hernita menyadari dirinya tidak bisa bertahan lebih lama dengan sejumlah alasan. Diantaranya karena sulit membagi waktu antara syuting dengan keluarga. Apalagi ketika dirinya sudah menikah dan memiliki anak.
“Kadang syutingnya di luar daerah. Dari pagi ketemu pagi lagi. Sulit membagi waktu antara syuting dengan keluarga. Itu yang saya pertimbangkan,” kata wanit berhijab ini saat bincang-bicang santai di kantornya, Selasa (13/2).
Terakhir syuting saat anaknya masih satu. Dia merasa rugi jika tidak melihat tumbuh kembang anaknya. Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan dunia tersebut. Dan memilih untuk hijrah ke Kota Makassar sekitar tahun 2008.
Walau lahir dan besar di Jakarta, Kota Makassar serasa kampung halamannya. Karena orang tuanya berasal dari Sulsel. Kebetulan, ayahnya memiliki usaha di Makassar yakni gedung pertemuan Lasharan.
Diapun mengembangkan dan merintis usaha lain dengan membuka sekolah tinggi yang kemudian dinamakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya. Wanita kelahiran Jakarta 3 Agustus 1974 itu pun dipercaya sebagai ketua yayasan.
Mengurus mahasiswa dan manajemen sebuah kampus, dinilainya susah-susah gampang. Dia harus kreatif mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dinilai bisa menguntungkan. Terutama dalam menarik minat calon mahasiswa untuk bersekolah di kampus yang dipimpinnya. Apalagi di tengah persaingan yang ada saat ini, di mana banyak kampus, perguruan tinggi, dan sekolah tinggi yang hadir di Kota Makassar.
Selain itu, dia juga harus menghadapi mahasiswa yang pikirannya kritis-kritis. Apalagi berkaitan dengan kebijakan kampus yang dikeluarkan. “Butuh strategi dan kecerdasan dan mengelola sebuah kampus,” ujarnya.
Ibu tiga anak ini harus bisa merangkul mahasiswa dan menjawab apa yang menjadi keinginan mereka. Sepanjang itu hal positif dan bisa memajukan kampus. Diapun harus bisa merangkul seluruh karyawan agar satu visi dalam mencapai tujuan dalam membesarkan kampus.
Kendati disibukkan dengan berbagai tugas dan kegiatan di kampus, dia tak pernah menomorduakan keluarga. Malah, karena alasan keluarga dia meninggalkan dunia sinetron.
Lepas salat subuh, isteri Iwan Perwira Zaenal Bintang inipun langsung terjun ke dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga. Walaupun dia memiliki asisten rumah tangga. Kemudian, menyiapkan berbagai keperluan anak ke sekolah. Semua itu dinikmatinya.
Setiap weekend, diapun mengajak anak-anaknya jalan-jalan. Minimal ke mal. Bila liburan panjang, sesekali mengajak anaknya jalan-jalan ke luar kota.
Baginya, melihat tumbuh kembang anak-anak merupakan prioritas utama. Dia berharap bisa mengantar anak-anaknya menjadi orang sukses. (*/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top