Gojentakmapan

Pembakar Rumah Massiri Terancam 12 Tahun Penjara

BKM/ZAIN SYAM Suparjo Ruslan

JENEPONTO, BKM — Polsek Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, kini sedang memroses lima tersangka pembakar rumah milik Massiri di Kampung Bossolo, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto.
Empat dari lima orang tersangka ini telah dijebloskan ke Rutan Jeneponto. Seorang lainnya dalam perampungan BAP akibat sakit. Kelima tersangka itu masing-masing Psm, SM, CD, KH, dan BS.
Kapolsek Tamalatea, AKP Azis, ketika dihubungi BKM, mengemukakan, peristiwa yang cukup heboh pada akhir tahun 2017 itu, karena para pelaku tak hanya membakar sebuah rumah, juga melakukan penganiayaan dan penyerangan secara brutal.
Untung pihak pemadam kebakaran segera tiba di lokasi, sehingga kebakaran itu terkendali. Dalam peristiwa ini tak hanya ada di lokasi jajaran Polres Jeneponto, jajaran Polsek Tamalatea, jajaran Koramil Tamalatea, petugas dinas pemadam kebakaran dari ibukota Bontosunggu, juga unsur pemerintah setempat serta masyarakat.
AKP Azis mengatakan, di antara lima tersangka, Psm bertindak sebagai provokator yang memimpin kerusuhan itu. Pokok masalah bersumber dari putusan Hakim Pengadilan Agama Jeneponto atas gugatan cerai antara Mar dengan Has.
Gugatan yang diajukan Has (isteri) diterima hakim dalam bentuk talak I. Putusan ini ditolak pihak suami. Sepulang dari pengadilan, kerusuhan pun terjadi dengan cara membakar rumah Pas (orangtua Has). Karena saat itu Has sedang berada di rumah itu.
Kanit Reskrim Polsek Tamalatea, Bripka Suparjo Ruslan, dihubungi di ruang kerjanya Senin pekan lalu, menjelaskan, di antara lima tersangka, tiga orang dari pihak suami (penyerang). Dua lainnya dari pihak istri (diserang).
Mereka ini juga melakukan serangan balik menggunakan senjata tajam yang melukai lawan. Karena itu, PSM yang bertindak provokator pimpin kerusuhan, membakar, menganiaya serta menghalangi petugas pemadam kebakaran diancam hukuman 12 tahun.
Termasuk Smr, ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Karena sangat proaktif dalam kerusuhan itu. Sementara tiga lainnya masing diancam 5 tahun penjara. Dari lima tersangka sudah mendekam di Rutan Jeneponto. Kecuali sang provokator itu masih di luar karena perampungan BAP terhalang akibat sakit. (zai/mir)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top