Headline

NA Bersyukur tak Bersebelahan NH

MAKASSAR, BKM — Empat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulsel mengaku senang dengan nomor yang dicabut pada rapat pleno terbuka pengundian, penarikan dan penetapan nomor urut yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel di Four Point By Sheraton Hotel, Selasa (13/2).
Pleno dipimpin Ketua KPU Sulsel M Iqbal Latif, didampingi empat komisioner lainnya, masing-masing Chaerul Mannang, Faisal Amir, Misna M Attas dan Mardiana Rusli. Tepuk tangan riuh ketika paslon Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mencabut nomor urut 1.
Selanjutnya paslon Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) mencabut nomor urut 2. Paslon Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) mendapat nomor urut 3. Sementara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzkakar (IYL-Cakka) mencabut nomor urut 4.
Semua paslon tampak puas akan nomor yang didapatkan. Merekapun menanggapinya beragam.
Atas nomor urut 1 yang diraih paslon NH-Aziz, diakui merupakan bukti atas doa NH-Aziz yang terkabul. Dalam pengundian urutan paslon, Aziz yang mewakili pasangan nasionalis-religius mendapatkan kesempatan pertama karena huruf terdekat dengan A.
Aziz memperoleh huruf C, saat kandidat lain memperoleh huruf yang jauh dari A. Olehnya itu, NH-Aziz mendapatkan kesempatan pertama mencabut nomor urut.
NH yang mencabut nomor urut berhasil mendapatkan apa yang diharapkannya. NH-Aziz memperoleh nomor 1 yang langsung disambut haru sekaligus semarak oleh pendukungnya. Nomor urut 1 yang diperoleh sekaligus bukti bahwa doa dari NH-Aziz selalu terkabul.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Sulsel Kadir Halid, menyampaikan bahwa pihaknya sedari awal memang mengharapkan nomor urut 1. Bukan tanpa alasan NH-Aziz menyukai nomor ini.
Nomor pertama dalam susunan angka tersebut dapat diartikan yang terbaik. Termasuk upaya pasangan nasionalis-religius itu untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sulsel. “Semua nomor bagus. Tapi nomor 1 kan yang terbaik,” kata Kadir.
Paslon Agus-TBL yang mendapatkan nomor urut 2 juga merasa bahagia. Baginya, nomor 2 memang menjadi harapannya untuk bertarung di pilgub tahun ini.
“Sesuai harapan. Nomor ini memang yang kami inginkan dari awal,” kata Agus.
Sebelumnya, Agus berharap tidak mendapat nomor urut 4 lantaran sulit mensosialisasikan dengan gaya Sulsel Bagus yang menggunakan jempol.
Adapun paslon NA-ASS yang mendapatan nomor urut 3, mengatakan jika angka inilah yang terbaik baginya. Ada beberapa alasan yang NA katakan mengapa ia bersyukur mendapatkan nomor urut 3.
NA yang mengaku memang sebelumnya tak pernah mematok angka berapapun yang didapat. Bupati Bantaeng dua periode ini menjelaskan, dirinya memang sebaiknya tak bersebelahan nomor dengan NH. Alasannya, supaya tidak membuat masyarakat bingung nantinya saat pencoblosan berlangsung.
“Kan ada dua Nurdin. Kalau kami bersebelahan, nanti akan sulit membedakan. Takutnya ada yang mau pilih Pak Nurdin Halid, malah saya yang dipilih. Begitupun sebaliknya. Makanya, saya bersyukur Pak NH dapat nomor 1 dan saya nomor 3,” jelas NA.
Alasan selanjutnya, NA mengatakan jika dengan nomor 3 ini, dirinya bisa menjabat untuk periode ketiga kalinya. “Dua kali kan saya dipercaya menjabat bupati. Mudah-mudahan periode ketiga bisa menjabat sebagai gubernur,” tambah NA.
Satu-satunya pasangan dari jalur perseorangan , IYL-Cakka juga terlihat puas akan nomor 4 yang didapatkan. Baginya, nomor 4 memang adalah nomor kemenangannya selama ini. Apalagi diikuti dengan wakilnya, Cakka yang sebelumnya menggunakan nomor 2 berturut-turut saat menjadi bupati Luwu dua periode.
“Semua nomor itu baik. Kalau nomor 4 memang nomor kemenangan saya. Pada saat memakai nomor 4, saya selalu menang. Apalagi Pak Andi Mudzakkar juga selalu menggunakan nomor 2 dan selalu menang di Luwu selama dua periode. Jadi 2 ditambah 2 sama dengan 4,” jelas IYL.
Selain itu, IYL juga mengatakan jika angka 4 itu bentuknya seperti kursi. Jadi ia mengharap jika dirinya pun bisa menduduki kursi gubernur Sulsel selanjutnya.
Sebelumnya, KPU Makassar juga menggelar pleno. Hasilnya, Paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) mendapat nomor urut 1. Sementara petahana Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) mendapat nomor urut 2. (nug-jun/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top