Gojentakmapan

Empat Bulan Isteri Dianiaya Suami

MAROS, BKM — Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seakan tidak pernah habis menimpa kaum wanita di Kabupaten Maros. Salah satunya kasus penganiayaan yang menimpa DW (41 tahun). Janda beranak tiga ini diduga telah dianiaya suami sirinya JR (28 tahun), salah seorang oknum staff pengajar di ATKP Maros.
Kapolsek Mandai, AKP Asgar, kemarin, memaparkan, hasil keterangan korban, usia perkawinan pasangan nikah siri yang beralamat di Komplek ATKP Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, baru empat bulan.
Selama menjalani kehidupan berumah tangga, DW kerap mendapatkan perlakuan kasar dari sang suaminya yang memiliki sifat temperamen tinggi. ”Berulang kali JR melakukan tindakan kekerasan kepada DW. Setelah puas melampiaskan emosinya, pelaku meminta maaf. Perlakuan tersebut terus terjadi selama empat bulan,” ungkap Kapolsek Mandai, AKP Asgar.
Percekcokan sengit yang terjadi pada Senin (5/2), menyebabkan JR kalap mata dan memecahkan beberapa piring dan gelas. Pecahan piring (beling) yang bertebaran di lantai rumah, diduga dimanfaatkan pelaku melukai istrinya. Dimana tepat mengenai lengan kanan. Akibatnya korban mengalami pendarahan cukup parah dan pelaku langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat.
Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Salewangan guna mendapatkan penanganan intensif. Selama beberapa jam, DW mendapatkan penanganan tim medis RSUD Salewangan, pelaku tidak diperkenankan untuk menemani.
Selama tinggalkan JR, korban menceritakan peristiwa kekerasan kepada perawat yang menangani dirinya, agar menyampaikan kepada keluarganya atas perlakuan kasar yang dirasakan selama empat bulan.
Kendati dokter telah menyarankan untuk diopname, namun pelaku bersikeras membawa pulang. Selama perawatan di rumah, pelaku menyekap dan tidak diizinkan DW untuk berkomunikasi dengan siapa pun.
Sejak peristiwa tersebut, korban berupaya melepaskan diri dari sekapan sang suami. Kesempatan tersebut berhasil diwujudkan DW pada Jumat malam (9/2). Disaat suaminya belum pulang kerja, DW meminta pertolongan sama tetangganya untuk merusak gembok rumah, dan membawanya ke Polsek Mandai guna mencari perlindungan.
Kata AKP Asgar, empat saksi yang membantu korban, telah berhasil diminta keterangannya. Pelaku sendiri sudah melarikan diri dari rumahnya. Satuan unit Polsek Mandai, terus mencari keberadaan JR yang sempat kabur dari rumah. Apabila terbukti, maka pelaku akan terkena pasal kekerasan terhadap kaum perempuan.
”Kami akan terus mengejar keberadaan JR. Apabila terbukti bersalah, maka oknum staff pengajar di ATKP Maros tersebut, terancam UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, serta Pasal 351 tentang penganiayaan,” tutup Asgar. (ari/mir/c)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top