Headline

Agen Dikejar-kejar, Minta Uang Dikembalikan

Di Kabupaten Sidrap, para agen Abu Tours tak bisa tidur nyenyak. Mereka dikejar-kejar calon jamaahnya yang hingga saat ini tidak bisa berangkat umrah.
Calon jamaah berjumlah sekitar 800 orang itu tersebar di 11 kecamatan di Sidrap. Satu desakan mereka saat ini, meminta agar agen mengembalikan 100 persen biaya perjalanan umrah yang telah disetorkannya.
“Sekarang kami serba salah. Kami kecewa, tapi kami bisa apa apa,” ujar salah seorang agen Abu tours berinisial AW, Selasa (13/2).
AW membeberkan, ada sekitar sepuluh orang agen atau mitra Abu Tours yang membantunya beroperasi merekrut calon jamaah umrah di Sidrap. Mekanisme penyetoran biaya dilakukan melalui dua jalur.
Cara pertama, calon jamaah langsung ke kantor Abu tours di Makassar. Mereka membayarnya melalui petugas teller. Di Makassar sendiri, ada empat cabang yang melayani penyetoran biaya perjalanan umrah
Cara kedua, para calon jamaah menyetorkan biaya perjalanan umrahnya melalui agen atau mitra. “Biasanya, uang ditransfer ke rekening agen. Nanti uang itu ditransfer lagi ke cabang Abu Tours melalui rekening yang telah disediakan,” terang AW.
Di tengah kemelut yang kini melanda Abu Tours, AW dan agen lainnya yang ada di Sidrap mengaku kebingungan. Mereka tak punya banyak pilihan. Meski kecewa, mereka menolak untuk melapor ke polisi. Kekhawatirannya jika mengadu, semua uang yang telah disetor agen ke cabang Abu Tours akan hangus.
Dengan demikian, para agen dipastikan mesti mengganti biaya perjalanan umrah yang telah disetor calon jamaah melalui dirinya.
“Persoalannya, semua biaya yang disetor ke agen sudah , diserahkan ke cabang,” kata AW.
Perkembangan terakhir, AW dan agen Abu Tours lainnya di Sidrap, mulai berpikir untuk mengajukan surat pengembalian uang.
“Kita akan surati pihak Abu Tours di Makassar agar mengembalikan saja dana calon jamaah yang telah disetor,” ujar AW
AW menegaskan, kebijakan Abu Tours dengan beberapa opsi yang ditawarkan, tak bisa dilaksanakan para agen. Apalagi calon jamaah sudah terlanjur kecewa.
Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan menegaskan, pihaknya akan mengawal masalah itu. Hanya saja, ia belum bisa memastikan berapa angka pasti calon jamaah umrah yang telah mendaftar dan menyetor ke pihak Abu Tours.
Karena itu, Ade akan berkoordinasi dengan pihak Kantor Kemenag Sidrap. Upaya lain yang akan ditempuh adalah membuka posko pengaduan di Polres Sidrap.
“Kami akan buka posko pengaduan bagi para calon jamaah umrah Abu Tours,” janji Ade.
Hingga kemarin, belum ada calon jamaah yang melapor ke Polres Sidrap. Namun Ade memastikan, ada banyak calon jamaah umrah Abu Tours di wilayah hukumnya. ”Salah satunya ajudan saya, yang hingga sekarang belum berangkat-berangkat,” sebut Ade.
Kepala Kantor Kemenag Sidrap H Irman, mengaku sudah mendapat laporan adanya warga Sidrap calon jamaah umrah Abu Tours yang menjadi korban.
”Laporannya sudah ada. Itu sudah kami teruskan ke kanwil (Kemenag Sulsel). Kami juga sudah menyurat Kementerian Agama RI,” ujar Irman melalui telepon selularnya, kemarin.
Selain itu, pihaknya juga sudah menerima surat maklumat pihak Abu Tours untuk menambah biaya jemaah jika ingin diberangkatkan.
“Calon jamaah harus menambah Rp6 juta jika ingin berangkat cepat. Jika tidak, konsekuensinya jamaah harus sabar menunggu pajak di Arab Saudi kembali normal seperti sebelumnya,” terang Irman lagi. (ady/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top