Headline

77 Calon Jamaah Abu Tours Lapor ke Polda

headline

MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel segera turun tangan mengusut kisruh yang terjadi di biro umrah dan travel Abu Tours. Hal itu menyusul masuknya laporan ke polda oleh sedikitnya 77 calon jamaah umrah yang terkatung-katung pemberangkatannya.
Aduan dugaan penipuan tersebut masuk ke posko yang dibuka khusus bagi jamaah. Laporan mereka terangkum dalam 19 berkas.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin mengkonfirmasi hal tersebut. Ia menyebutkan, ada satu laporan yang diterima dengan jumlah 49 jamaah tergabung di dalamnya. Sementara 18 laporan lainnya dilakukan oleh 28 jamaah secara terpisah.
Dicky memperkirakan, jumlah tersebut bisa saja bertambah. Karena polda masih terus membukan posko aduan bagi jamaah Abu Tours.
Setelah menerima laporan tersebut, apakah polisi segera melakukan penyelidikan? Kombes Dicky menegaskan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel untuk memastikan langkah selanjutnya yang akan diambil.
Meski begitu, Dicky memberikan sinyalemen jika pihaknya sesegera mungkin melakukan pemanggilan terhadap pihak Abu Tours untuk dimintai keterangan terkait pelaporan dari jamaah.
”Kalau nanti ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum dalam kasus ini, tentu kita langsung melakukan penyelidikan,” tandasnya.
Menurut Dicky, posko yang dibuka polda dimaksudkan untuk menampung aduan calon jamaah Abu Tours. ”Kalau ada yang merasa telah dan keberatan atau tertipu dengan travel Abu Tours, silakan segera lapor ke posko di polda,” sarannya.
Namun ia mengingatkan, pelapor hendaknya melamporkan bukti penyetoran yang dari Abu Tours. “Kalau mau melaporkan, harus langsung ke posko pengaduan. Kita tidak melayani laporan melalui telepon. Sertakan bukti setorannya,” tambah Dicky.
Posko pengaduan tersebut, lanjut Kabid Humas, akan dibuka hingga tersebut diproses hukum.

Kemenag Dukung Jamaah

Kepala Kantor Kemenag Sulsel Abdul Wahid Thahir,mengemukakan saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Kemenag pusat terkait langkah yang akan diambil terhadap Abu Tours.
“Belum ada keputusan. Kami masih sementara menunggu arahan dari Pak Menteri (Agama),” ujar Abdul Wahid, Selasa (13/2).
Diminta komentarnya terkait puluhan calon jamaah yang telah melapor ke Polda Sulsel, Abdul Wahid menegaskan hal itu menjadi hak mereka. Pihaknya tidak melarang.
“Jika memang sekiranya ada yang merasa dirugikan dan merasa perlu melaporkan masalah ini ke polisi, mungkin itu sebagai jalan terbaik,” katanya diplomatis.
Hal senada diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Kaswad Urais. Menurutnya, urusan calon jamaah yang melaporkan masalahnya ke kepolisian, itu diluar kewenangan Kemenag. Pihaknya tak bisa mencampuri dan tidka masuk dalam ranah tersebut.
“Kalau itu saya tidak tahu persis. Tapi kalau ada jamaah yang melaporkan ke kepolisian, itu hak mereka. Kita dukung apa yang dilakukan, sepanjang kondisi keamanan tetap baik,” jelasnya.
Kaswad menambahkan, pihaknya bersama komisi E DPRD Sulsel sudah melakukan monitoring ke kantor Abu Tours. Dia mengaku bersyukur karena sejauh ini tidak ada gejolak.
Namun disayangkan, saat pihaknya dan komisi E ke kantor biro travel tersebut, tidak ada pengambil kebijakan yang hadir. Akibatnya, kondisi Abu Tour secara riil tidak diketahui secara pasti.
“Perwakilan Abu Tour tidak bisa menjawab ketika ditanya bagaimana kondisi keuangan perusahaan. Termasuk soal berapa jamaah yang belum diberangkatkan, dan pertanyaan penting lainnya,” beber Kaswad.
Di bagian lain penjelasannya, Kaswad berharap Makassar tetap kondusif. Calon jamaah Abu Tours diharapkan untuk tenang. Semoga ada solusi serta jalan keluar yang tidak merugikan para jamaah.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif juga mendukung apa yang ditempuh calon jamaah umrah dengan melapor ke polisi. Diapun sangat menyayangkan sikap manajemen Abu Tours yang terkesan tertutup dengan kondusi perusahaan.
“Seharusnya pihak Abu Tours terbuka dengan permasalahan ini,” ujarnya, kemarin.

Tak Sanggup Bayar Tambahan

Para calon jamaah tak henti-hentinya mendatangi kantor Abu Tours di Jalan Baji Gau. Seperti yang terlihat, Selasa (13/2). Banyak dari mereka yang melakukan komplain terkait kebijakan pihak travel yang terus menunda jadwal pemberangkatan jemaah. Bahkan ada yang sampai mengancam akan melaporkannya ke pihak berwajib.
Salah satu calon jamaah yang kemarin sempat mendatangi Abu Tours, Haji Ridwan terlihat menunjukan ekspresi kesal saat keluar dari dalam kantor. Ia tampak mulai kehilangan kesabaran dan meluapkan kekesalannya.
Bagaimana tidak, dia dan tiga keluarga lainnya seharusnya telah berangkat Januari lalu. Namun sampai saat ini tak ada kepastian kapan akan diberangkatkan.
Haji Ridwan mengaku telah membayar semua administrasi pembayaran umrah sejak Maret 2017 lalu. Ia dijanji akan diberangkatkan awal Januari 2018. Namun pihak Abu Tours malah menundanya ke bulan Februari ini.
Kekecewaan Haji Ridwan kembali bertambah. Sebab ia diwajibkan lagi membayar biaya tambahan sebesar Rp15 juta agar bisa berangkat.
Lebih parah, jadwalnya belum bisa dipastikan. Pihak Abu Tours mengatakan kembali berjanji akan memberangkatkan mereka jika kondisi keuangan perusahaan telah stabil.
“Ndak jelaspi kapan. Masa’ kita harus tambah lagi pembayaran Rp15 juta lagi. Lebih baik kita cari travel lain saja,” ketusnya.
“Saya sudah komplain. Katanya tidak bisami dikasih kembali uang. Terus, saya kan empat orang mau berangkat. Karena tidak sanggupma bayar Rp15 juta lagi, jadi saya bilang ke mereka, janganmi saya bayar, biarmi yang dua orangka saya batalkan saja. Biaya untuk dua orang itu saya arahkan ke dua orang lain. Jadi saya bilang dua orang ma saja pergi. Tapi mereka katanya mau cek dulu lagi,” tambah Haji Ridwan.
Diapun berencana akan kembali minggu depan untuk memastikan kejelasan pemberangkatannya. Jika belum juga ada kepastian, ia berencana untuk melapor ke polda.
“Iya, minggu depan saya mau kembali lagi. Kalau masih begini juga, mauka pergi lapor di polda. Biarmi diproses hukum,” tandasnya. (mat-rhm-nug/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top