Kriminal

Tiga Ibu-ibu Dalangi Pembobolan Rumah

MAKASSAR, BKM — Tiga ibu rumah tangga (IRT) diringkus tim Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel. Bersama seorang rekan prianya, mereka mendalangi aksi pembobolan rumah.
Ketiganya adalah Rahmatia (39), warga Kantisang, Kecamatan Tamalanrea. Enni (48), beralamat di BTN Hartaco Sudiang, dan Hj Nahria alias Hj Anti (43), tinggal di Jalan Singa I. Sementara yang pria bernama Amri Azis (49), warga BTN Bakolu Blok B2, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Penangkapan komplotan ini bermula saat anggota Resmob Polda Sulsel menerima informasi jika seorang dari ketiganya, yakni Rahmatia tengah berada di rumah kosnya di Jalan Kantisang, Kecamatan Tamalanrea. Tak menunggu lama, polisi langsung bergerak ke lokasi. Minggu (11/2) pukul 05.00 Wita, Rahmatia berhasil diamankan.
Di depan polisi, Rahmatia mengakui perbuatannya yang pernah melakukan pencurian dan pembobolan rumah. Ia lalu menyebutkan dua orang rekannya yang juga ibu rumah tangga. Masing-masing Enni dan Hj Naharia.
‘Nyanyian’ Rahmatia kemudian ditindaklanjuti polisi. Sekitar pukul 07.00 Wita menggiringnya untuk menunjukkan persembunyian kedua rekannya. Yang lebih dulu diciduk adalah Enni. Ia diringkus di Jalan Salahutu, Kecamatan Makassar.
Keduanya lalu dibawa untuk mencari Hj Naharia. Pukul 08.00 Wita ia ditangkap di Jalan Singa I, Kelurahan Mamajang. Bertiga mereka kemudian dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, ketiganya menyebutkan beberapa rumah yang telah dibobolnya. Termasuk barang berharga yang diambil.
Pada 5 Februari 2018 pukul 09.30 Wita, mereka membobol rumah di Kompleks Permata Hijau Blok P13 nomor 9 Jalan Aroepala, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini. Di rumah ini yang diambil satu unit HP merek Lenovo warna hitam dan sejumlah perhiasan. Seperti dua buah cincin emas dengn berat 20 gram. Termasuk kamera merek Canon dan beberapa lembar pakaian.
Saat beraksi, pelaku mencungkil pintu rumah. Setelah itu mereka masuk lalu mengambil benda berharga yang ada di dalamnya.
Lokasi lainnya mereka beraksi yakni di Jalan Masjid Raya Nomor 11, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kejadiannya 4 Januari 2018 sekitar pukul 11.00 Wita.
Pelaku menggasan satu pasang sepatu merk Everbest, sepasang sendal Everbest, sebuah buah koper President, tiga jam tangan wanita, satu tempat mutiara, satu TV flat merek Sharp, uang tunai Rp 600.000, bed cover, cincin perhiasan mutiara, serta jam tangan pria.
Kepala Unit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tiga komplotan IRT yang menjadi dalam kasus pencurian. Edy mengakui ketiganya cukup lihai dalam beraksi. “Pengakuan ketiganya, sudah ada enam rumah yang dibobol,” ujarnya, Senin (12/2).
Di Perumahan Tamarunang Regency, Kecamatan Somba Opu, pelaku beraksi pada bulan Januari 2018. Dari dalam rumah mereka mengambil TV LCD, karpet, perhiasan dan pakaian.
Masih di bulan yang sama, komplotan ini kembali melakukan pencurian di Perumahan Baji Areng, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Yang diambil TV LED, pakaian, beberapa tas wanita berbagai merek dan mesin air.
Lokasi lainnya di Perumahan Pesona Indah, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Pelaku berhasil mengambil barang berupa sepatu wanita berbagai merek, perhiasan dan beragam tas berbagai merek.
Usai menangkap ketiganya, pada Minggu (11/2) pukul 10.00 Wita tim resmob melakukan pengembangan terhadap seorang pria yang merupakan penadah.
“Pelaku menyebut seorang pria sebagai penadah. Namanya Amri Azis. Ia berhasil kita amankan di Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar,” terang Edy lagi.
Selain mengamankan empat orang, polisi juga menyita barang bukti hasil jarahan pelaku. Masing-masing sebuah tas merek Louis Vuitton Paris warna abu-abu berisi beberapa pakaian pesta. Dua buah jam tangan merek Aigner dan Guess. Beberapa macam perhiasan berupa gelang, cincin dan kalung.
Satu unit HP merek Lenovo warna hitam. Satu unit HP merek Blackberry Curve warna hitam. Satu pasang sepatu merek Everbest warna silver. Satu pasang sendal wanita merek Everbest warna hitam kombinasi kembang.
Sepasang sepatu wanita merek Fladeo warna hitam kombinasi kembang. Satu pasang sepatu anak merek Dan’s warna hitam. Satu pasang sendal pria merek Gibor warna coklat. Sebuah koper merek President warna merah. Sebuah jam tangan pria merek Gucci warna hitam.
Barang bukti lainnya, dua buah jam tangan wanita merk Guess. Sebuah jam tangan wanita merek Eirna. Sebuah jam tangan wanita merek Hermes. Satu buah jam tangan wanita merek Ripcurl. Satu buah tas wanita merek Jadior warna hitam. Satu buah tas wanita merek Everbest warna hitam. Sebuah tas wanita merek Gucci warna putih. Sebuah tas wanita merek Elizabeth warna hitam.
“Pelaku Rahmatia dan Enni kami serahkan ke Polsek Rappocini untuk proses hukum selanjutnya. Sementara Hj Naharia diserahkan ke Polres Gowa,” jelas AKP Edy Sabhara. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top