Headline

Terbuka Ruang Polda Lakukan Penyelidikan

KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Abd Wahid Tahir menjelaskan, pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Agama, termasuk ke gubernur Sulsel untuk melaporkan kisruh yang terjadi di Abu Tours. Salah satu isinya, yakni Abu Tours tidak melaksanakan kesepakatan yang telah dijanjikan sebelumnya perihal memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci.
“Kami sudah bersurat. Kita harapkan segera ada jawaban dari Pak Menteri, langkah apa yang akan dilakukan untuk menangani persoalan Abu Tours. Apakah akan mencabut izin operasional Abu Tours atau seperti apa,” ungkap Abdul Wahid, Senin (12/2).
Dia juga memberi ruang kepada polda untuk turun melakukan penyelidikan terkait persoalan ini. Dari pantauan BKM, kemarin, Polda Sulsel telah membuka posko pengaduan terkait Abu Tours.
Abdul Wahid melanjutkan, pihaknya telah menerima perwakilan jamaah yang gagal berangkat untuk mengetahui apa keinginan mereka. Dari hasil pembicaraan, para jamaah siap berdamai dengan jalan menambah sejumlah uang yang dipersyaratkan agar bisa berangkat. Yang penting uang tersebut baru akan disetorkan dua hari sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Para jamaah juga meminta agar pihak Abu Tours tidak memberi aturan untuk kembali merekrut calon jamaah baru.
Terpisah, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku tidak menelusuri secara tajam kisruh yang terjadi pada biro perjalanan haji dan umrah Abu Tours. Sebab dia percaya penanganan yang baik akan dilakukan oleh Kementerian Agama.
Namun, kata orang nomor satu di Sulsel itu, pihaknya tetap memantau, khususnya dari aspek keamanan, ketertiban, dan ketentraman, agar proses penyelesaian persoalan yang terjadi bisa berjalan dengan kondusif.
Dia juga berpesan agar penyelesaian atau jalan keluar yang ada tidak merugikan siapapun. Terutama pada pihak calon jamaah umrah yang hingga kini belum diberangkatkan.
“Kita akan membackup agar semua berjalan lebih kondusif. Saya memiliki pesan kepada mereka supaya tenang, agar minimal langkah untuk memberangkatkan jamaah dari Abu Tours bisa diperoleh,” terangnya.
Sebenarnya, lanjut Syahrul, pihak Abu Tours pernah berjanji bahwa persoalan yang ada bisa tertangani dengan baik. “Abu Tours pernah janji kepada saya sebelum diambil alih oleh Kementerian Agama, bahwa persoalan ini bisa tertangani. Semoga bisalah, ” ungkapnya.
Diapun berharap agar dua belah pihak, yakni calon jamaah dan pihak Abu Tours bisa duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan dengan baik.
“Kalau masih bisa diberi kesempatan untuk meyelesaikan masalah. Jadi saya masih pegang itu,” imbuhnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top