Headline

Hasil dari Lomba Dipakai Perbaiki Rumah Orang Tua

NASIB seseorang tak ada yang pernah mengetahuinya. Begitu pula dengan Latifah Rusmin. Bocah perempuan usia sembilan tahun dan masih duduk di bangku kelas III ini ternyata bisa menyaingi para hafidz-hafidzah di Gowa, bahkan Sulsel untuk berkiprah di tingkat nasional.

LAPORAN: SARIBULAN

LATIFAH mengikuti seleksi Hafidz Indonesia 2018 awalnya hanya sekadar iseng. Dari informasi seleksi nasional secara caring, Latifah dibantu orangtuanya mencoba memasukkan data diri di website panitia.
Serangkaian tahapan seleksi diikutinya. Mulai mendaftar secara daring pada November 2017 lalu, hingga seleksi melalui video dan telepon.
Untuk seleksi video, Latifah mengirimkan rekaman saat sedang menghafal Alquran Surah Alqalam. Dari 500-an video kiriman para hafidz-hafidzah dari seluruh Indonesia, Latifah berhasil lolos ke 50 besar. Diapun berhak mengikuti tahap seleksi melalui telepon.
Saat diseleksi telepon, Latifah berbicara langsung dengan ustas yang menguji Latifah untuk menyambung ayat. Alhasil, Latifah mampu menjawabnya dengan lancar.
“Saat ditelpon itu, Latifah disuruh sambung ayat 5 juz, diacak dan Alhamdulillah bisa dijawab. Selanjutnya kita menunggu hasilnya. Beberapa minggu kemudian datang lagi kabarnya dari panitia. Alhamdulillah Latifah lolos audisi ke Jakarta,” tambah Darnawati, ibu Latifah.
Darmawati mengaku seluruh biaya akomodasi ke Jakarta seutuhnya ditanggung pihak penyelenggara. Hingga akhirnya Latifah bersama keluarga bisa ke Jakarta bertemu langsung dengan para juri.
Darmawati juga menjelaskan, tak hanya seleksi video dan telepon yang mesti dilalui Latifah. Beberapa tahapan juga dijalaninya. Seperti wawancara dan fitting baju.
Darmawati mengaku sempat pesimis saat anak sulungnya ini mendaftar sebagai hafidz cilik, mengingat peserta tahun lalu yang hebat-hebat.
Saat ditanya cita-citanya, gadis cilik yang menyukai sains ini menjawab ingin menjadi hafidzah dokter, yakni dokter yang sudah menjadi hafidzah atau penghafal Alquran. “Latifah mau jadi hafidzah dokter,” ujarnya singkat sambil tersipu malu.
Latifah memiliki seorang adik laki-laki bernama Lutfi yang kini berusia tujuh tahun. Sementara adik bungsunya perempuan, berusia satu setengah tahun.
Terakhir, Latifah ikut lomba tingkat nasional di Jakarta menghafal juz 30 dan berhasil meraih juara dua. Hasil dari lomba yang diikutinya, sedikit demi sedikit Latifah bisa membantu orang tuanya memperbaiki rumah. (*/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top