Headline

Dua Kali Bos Abu Tours Abaikan Anggota Dewan

MAKASSAR, BKM — Untuk kedua kalinya bos Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba mengabaikan anggota DPRD Sulsel. Ia tak pernah sekalipun menemui wakil rakyat tersebut guna membahas kisruh yang kini membelit usahanya.
Yang pertama, awal Januari lalu Hamzah Mamba diundang menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi E. Namun ia tak hadir.
Yang kedua, ketika rombongan komisi E mendatangi kantor PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours and Travel di Jalan Padjonga Dg Ngalle (dulu Jalan Kakaktua), Senin (12/2). Hamzah Mamba lagi-lagi tidak ada. Hanya perwakilan yang menerima anggota dewan.
Kunjungan mendadak ini dipimpin Wakil Ketua Komisi E Syaharuddin Alrif. Anggota dewan yang ikut serta adalah Rusni Kasman, Wawan Mattaliu dan Andi Nurhidayati. Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Sulsel Kaswad Urais tampak mendampingi anggota dewan.
Pertemuan antara dewan dan perwakilan Abu Tours berlangsung secara tertutup selama hampir tiga jam. Usai pertemuan, Syaharuddin Alrif menjelaskan poin penting yang menjadi kesepakatan. Salah satunya, kejelasan mengenai jadwal keberangkatan para jamaah yang jumlahnya mencapai 16 ribu lebih. Juga memastikan apakah Abu Tours bisa memberangkatkan mereka atau tidak.
“Kita mempertanyakan nasib jamaah yang mecapai 16 ribu lebih, apakah mereka bisa diberangkatkan. Mereka menjawab bisa. Tapi harus dijadwal ulang keberangkatannya,” ujar Syahar, sapaan akrab legislator Nasdem ini.
Ia juga mempertanyakan adanya maklumat yang dikeluarkan oleh Abu Tours. Khususnya tentang jamaah yang ingin berangkat, mereka harus menambah biaya paket Rp6 juta dan mengajak dua jamaah baru dengan harga paket Rp21 juta. Juga aturan menambah biaya paket Rp10 juta dan mengajak satu jamaah baru dengan harga paket Rp21 juta.
Adapun jika jamaah agen yang telah mendaftar dan tak mengajak jamaah baru, maka wajib membayar paket Rp15 juta dan berhak mendapatkan bonus voucher umrah tiga lembar dengan nilai per voucher Rp5 juta.
Hanya saja, jawaban atas pertanyaan terkait maklumat tersebut tak kunjung diperoleh. Sebab, pihak manajer yang menjadi perwakilan tak bisa memberi penjelasan. Alasannya, semua berada di tangan Hamzah Mamba selaku owner.
Atas dasar itu, anggota dewan kembali akan melakukan pertemuan dengan Abu Tours dan langsung menghadirikan Hamzah Mamba.
”Manajer yang ditunjuk sebagai perwakilan tak bisa memberi jawaban. Kami minta agar pekan ini, Rabu atau Kamis, pemilik Abu Tours harus bisa ketemu. Mereka menyatakan bersedia untuk bertemu,” terang Syahar.
Dalam kesempatan yang sama, Syahar juga mempertanyakan apakah Abu Tours sebagai perusahaan masih sehat atau tidak. ”Kami kan tanya, apakah perusahaan ini masih sehat atau tidak. Kalau tidak, apa jalan keluarnya. Kalau masih sehat, bagaimana penyelesaian atas masalah yang dihadapi calon jamaah umrah,” tandas Syahar.

Jamaah Dipingpong

Kantor Abu Tours di Jalan Baji Gau, Makassar nampak ramai dikunjungi, kemarin. BKM yang hanya bisa memantau dari luar kantor, melihat banyak motor dan mobil yang berbaris rapi di bagian depan.
Beberapa security terlihat masih berjaga dengan ketat tepat di depan pintu kantor travel ini. Pengunjung terlihat silih berganti masuk.
Salah seorang jamaah yang mengaku bernama Murni, mengeluhkan maklumat yang dikeluarkan Abu Tours. Rencana umrah dengan sanak saudara Maret nanti, terpaksa harus diundur tanpa kepastian.
Murni awalnya hanya ingin mengambil pasport di kantor Abu Tours yang berada di Jalan Padjonga Dg Ngalle. Namun karena tidak melayani, ia kembali mengunjungi kantor Abu Tours yang berada di Jalan AP Petta Rani.
Tapi ia kembali kecewa karena dipingpong. Pihak kantor Abu Tours Jalan AP Petta Rani justru mengarahkannya ke kantor yang berada di Jalan Baji Gau.
Di tempat ini, Murni malah harus mendengar kabar bahwa dirinya tak bisa berangkat Maret nanti. Keberangkatannya pun harus ditunda sampai jadwal yang belum ditentukan.
Wanita yang tinggal di Jalan Hertasning ini rencananya akan berangkat Maret nanti dengan rekan-rekan dan sanak saudaranya. Jumlah mereka ada 20 orang. Namun bukannya diingatkan untuk bersiap berangkat, Murni malah diharuskan menambah biaya pemberangatannya sebesar Rp15 juta.
“Saya Maret rencana berangkat. Biasanya kan kalau Maret berangkat, Februari itu dikasihmaki koper dan peralatan lainnya. Tapi ini malah disuruh tambah Rp15 juta. Berangkat pun tidak ditahu kapan. Kalau ditanya kecewa, pastimi semua kecewalah. Sudahmaki tunggu satu tahun, malah ditunda lagi,” cetus Murni.
Ia benar-benar menyayangkan keputusan Abu Tours. Sebab yang disetornya untuk berangkat umrah merupakan uang pensiunnya. Begitu pula dengan rekannya yang lain. “Ini uang pensiunanta semua untuk bayar. Jadi saya harap, ya kasih cepat kejelasannya supaya kami bisa berangkat,” kata Murni. (nug-rif/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top