Headline

Indira Menangis, Legislator Nasdem “Menghilang”

MAKASSAR, BKM — Suasana haru nampak di ruang rapat paripurna DPRD Makassar yang terletak di lantai 3, Jumat (9/2). Terdengar sesenggukan dari beberapa legislator wanita.

Siang, kemarin, Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti pamit di depan seluruh koleganya di lembaga wakil rakyat tersebut. Ia harus mundur sebagai anggota DPRD karena pada Senin (12/2) nanti ditetapkan sebagai calon Wakil Wali Kota Makassar mendampingi Moh Ramdhan Pomanto.
Indira tampil mengenakan jilbab warna krem dipadu kemeja putih bergaris abu-abu. Wanita yang terpilih sebagai anggota DPRD Makassar hasil Pemilu 2014 lalu ini naik di atas mimbar. Suaranya sedikit pelan.
Ia lalu menceritakan bagaimana ia berada di gedung tersebut dan menjalankan tugasnya sebagai wakil ketua. Penuh suka dan duka.
Indira tak kuasa melihat rekan-rekannya yang berada di depannya. Termasuk Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta dan legislator wanita yang lain.
Matanya mulai berkaca-kaca ketika ia mengisahkan beberapa cerita di DPRD. Tangisnya pun tak bisa dibendung. Air matanya langsung membasahi pipi Indira. Ia lalu mengambil tisu untuk menyeka air matanya.
“Saya memang sebelumnya mengundang dan menyampaikan ke pimpinan dan Sekwan bahwa hari ini (kemarin) saya akan pamit mohon diri sebagai anggota DPRD Makassar. Karena ini mungkin hari terakhir saya berkantor sebagai wakil ketua di DPRD Makassar,” ungkapnya dengan linangan air mata.
Indira mengaku jabatan Wakil Ketua DPRD Makassar adalah tugas dan amanah yang sangat berat. Olehnya itu, kepada penggantinya nanti, Indira menitip pesan agar bisa memegang amanah dan senantiasa menjalankan tugasnya.
Setelah tak lagi di DPRD Makassar, ia berharap tali silaturahmi dengan anggota DPRD dan para pegawai tetap terjalin dengan baik. Walaupun, kata dia, di pemilihan wali kota, mereka berbeda pilihan.
“Saya mohon agar silahturahmi kita tetap berjalan meski saya tidak lagi di DPRD ini,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Indira juga meminta restu dan doa kepada seluruh rekan-rekannya dan staf di DPRD Makassar agar ia bisa mengikuti seluruh tahapan Pilwali Makassar.
“Kalau mundur secara resmi itu nanti hari Senin, karena saya sudah ditetapkan sebagai calon wakil wali kota mendampingi pak Danny. Olehnya itu, saya mohon doanya, agar semuanya dilancarkan dan dimudahkan hingga seluruh tahapan Pilwali selesai,” kata Indira dengan suara sedih.
Usai menyampaikan pidato perpisahannya, Indira turun dari podium. Ia berjabat tangan dengan seluruh rekannya. Ia pun berpelukan dengan Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta. Termasuk foto bersama dengan beberapa anggota DPRD.
Namun, di saat anggota DPRD yang hadir larut dalam kesedihan, tak satupun anggota DPRD dari Partai Nasdem yang tampak.
Padahal, sebelumnya Indira adalah kader Partai Nasdem. Bahkan, oleh Nasdem ia dipercaya sebagai wakil ketua. Indira dipecat dari Nasdem setelah ia menyatakan siap menjadi calon wakil wali kota mendampingi petahana Danny Pomanto.
Di DPRD Makassar ada lima anggota DPRD dari Partai Nasdem. Selain Indira, ada Rudianto Lallo, Mario David, Supratman dan Irwan Jafar.
Sebenarnya Rudianto Lallo, legislator Nasdem hadir di gedung DPRD kemarin. Tapi, ia tidak masuk ke dalam ruang rapat paripurna. Ia baru terlihat setelah acara perpisahan selesai.
“Bahaya nanti tertangkap kamera lagi kita,” singkatnya.
Begitupun dengan Mario David. Ia mengaku hadir di DPRD. Tapi karena banyak tamunya di fraksi, ia memilih pergi ke ruang fraksi.
“Hadirja tadi gang, tapi sebentar jeka karena ada banyak tamuku di ruangan fraksi,” tulis Mario via WA tadi malam.

Sangat Kehilangan

Wakil Ketua DPRD Makassar lainnya, Erick Horas mengaku sangat kehilangan sosok Indira. Apalagi Indira satu-satunya perempuan yang ada di pimpinan DPRD.
“Selama ini kebersamaan kami dengan ibu Indira sangat memberi warna di tingkat pimpinan DPRD. Apalagi kita juga sudah melalui kerja-kerja bersama. Susah senang sudah kita lalui bersama. Meski hanya 3 tahun lebih, ibu Indira juga banyak memberi masukan dan saran di DPRD, sehingga kehadiran ibu Indira bersama kami tentu meninggalkan kesan tersendiri,” ujar Ketua DPC Gerindra Makassar ini.
Erick berharap Indira tidak melupakan rekan-rekannya di DPRD Makassar meskipun mereka berasal dari partai politik yang berbeda.
“Hubungan pertemanan biar bagaimanapun juga jangan sampai putus. Pertemanan jangan sampai putus hanya gara-gara berbeda pilihan atau berbeda pendapat. Saya kira ibu Indira paham itu. Berbeda pendapat atau persepsi itu hal yang biasa. Apalagi semua berujung pada pengabdian kepada masyarakat, hanya saja caranya yang berbeda,” pungkas Erick. (ita)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top