Headline

Syahrul Terisak, Anggota Dewan Menangis

MAKASSAR, BKM — Rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LPKJ-AMJ) Gubernur/Wakil Gubernur Sulsel digelar, Selasa (6/2) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulsel.
Rapat kali ini terkesan beda dibanding rapat-rapat sebelumnya, karena menjadi rapat paripurna terakhir yang dihadiri pasangan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang. Nuansa sedih dan haru mewarnai ruangan.
Saat membacakan sambutan, Syahrul bahkan sempat terisak beberapa kali. Terutama saat membacakan beberapa prestasi yang diraihnya selama memimpin Sulsel.
Salah satunya saat gubernur mengungkapkan Phinisi dan La Galigo yang menjadi salah satu warisan dunia. Syahrul terisak dan sempat terdiam selama sepuluh detik.
Kesedihan menjalar ke seluruh peserta rapat. Sejumlah kepala OPD dan anggota DPRD Sulsel, khususnya yang perempuan tak kuasa menahan derai air matanya.
Begitu pula saat menceritakan bagaimana dirinya dan wakil gubernur Sulsel bersama-sama membangun Sulsel.
“Pak Wagub, Senin berakhir mendampingi saya. Pastilah kehilangan orang yang baik. Juga perasaan sedih kehilangan Pak Sekda,” kata Syahrul.
Gubernur Sulsel dua periode ini mengaku, saat itu lututnya bergetar. Karena sebelumnya ia sama sekali tidak pernah berfikir perjalanannya bersama wagub dan sekda di pemerintahan provinsi akan berakhir.
Kata-kata yang dilontarkan orang nomor satu Sulsel itu membuat beberapa orang yang hadir kembali terisak.
Kesedihan berlanjut saat rapat paripurna usai, dan Syahrul pamit meninggalkan DPRD Sulsel. Secara spontan, sejumlah anggora DPRD Sulsel memeluk gubernur dan saling bertangisan.
“Terima kasih selama ini telah menjadi pemimpin di Sulsel,” ungkap anggota dewan, Suzanna Kaharuddin saat melepas gubernur naik ke mobilnya.
Pada rapat paripurna kemarin, DPRD Sulsel memberikan 18 poin rekomendasi atas LKPJ AMJ Gubernur Sulsel 2013-2018.
Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem mengatakan rekomendasi ini harus ditindaklanjuti oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di sisa masa jabatannya. Jika tidak, maka rekomendasi ini menjadi catatan khusus yang harus diselesaikan oleh gubernur berikutnya.
“Rekomendasi merupakan penilaian implementasi RPJMD 2013-2018 dan hasil pembangunan yang disajikan dalam bentuk data kuantitatif dan kualitatif. Tanggung jawab tak mesti dibebankan kepada Pak Syahrul Yasin Limpo semata. Tapi komitmen kita semua untuk membangun daerah ini,” kata Roem.
Roem mengakui selama satu dekade memimpin Sulsel, SYL berhasil membawa Sulsel sebagai provinsi terbaik. Termasuk pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas angka nasional.
“Pak Gubernur telah berbuat banyak. Termasuk mempromosikan Sulsel. Sayang selama ini tindak lanjut dari kinerja Pak Gubernur kurang direspon oleh OPD pendukung,” terangnya.
Wakil Ketua Pansus LKPJ AMJ 2013-2018, Irfan AB yang diberi kesempatan membacakan rekomendasi juga mengakui peningkatan Sulsel selama satu dasawarsa. Mulai dari APBD 2013 yang hanya Rp5,3 triliun, hingga melonjak di APBD 2017 sebesar Rp9,14 triliun.
Setidaknya ada 19 poin rekomendasi yang dihasilkan DPRD. Mulai dari program SPP gratis, irigasi, diversifikasi pangan, degradasi hutan, pembentukan cabang dinas, koperasi dan UKM dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Salah satu target dalam RPJMD adalah soal pembangunan industri di 24 kabupaten dan pembukaan lapangan kerja 500 ribu. Ini kita rekomendasi kalau bisa diselesaikan. Kalau tidak, dilanjutkan oleh gubernur selanjutnya,” katanya.
Rekomendasi lain yang harus diselesaikan adalah peraturan gubernur (pergub) sebagai tindak lanjut atas peraturan daerah (Perda). Sejak tahun 2013 sampai 2017 ada 57 perda yang dibuat, sebagian diantaranya belum memiliki pergub.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengakui siap menyelesaikan beberapa rekomendasi di dua bulan sisa jabatannya. Terutama masalah kemiskinan, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin menekan angka yang ada.
“Gubernur tak pernah berakhir. Yang berakhir adalah Syahrul. Tentu saja sistem sudah berjalan. Rekomendasi dari DPRD merupakan hal yang harus diterima sebagai koreksi. Banyak hal yang direspon positif atas kinerja kita semua,” ungkapnya.
Hal yang sama diutarakan oleh Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang. Menurutnya rekomendasi yang disahkan melalui rapat paripurna harus ditindaklanjuti.
“Beberapa rekomendasi dihasilkan akan kita usahakan selesaikan. Yang tidak bisa akan menjadi memori jabatan gubernur, siapapun yang jadi gubernur akan melanjutkan hal itu,” pungkasnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top