Metro

Pemilik Bangunan Diizinkan Mantan Wali Kota

MAKASSAR, BKM– Muh Natsir Gassing pemilik bangunan berlantai dua yang sementara dibangun di depan Gedung Graha Pena Makassar mengakui, ia telah mendapatkan jaminan dari Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin semasa menjabat untuk membangun di lokasi tersebut.
Apalagi, ia bersama wali kota Ilham dan beberapa warga lainnya yang memiliki lahan di samping jembatan Fly Over dizinkan membangun lebih awal sambil mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).
Selain itu, garis sempadan jalan tidak menjadi soal bagi warga yang tinggal di sekitaran Fly Over. Itu dilakukan ketika terjadi pembebasan lahan milik warga di Jalan Urip Sumoharjo untuk pembangunan jembatan Fly Over.
” Ada bantuan hukum dijanjikan ki dulu di masa periode Pak Ilham. Dulu ada sosialisasinya pak wali di hotel dan mengundang warga-warga yang lahannya dibebaskan untuk pembangunan fly over. Kita diminta membangun saja, kalau ada yang menghalangi nanti saya kasikan bantuan hukum,” aku Gassing meniru pernyataan Ilham.
Hanya saja, Gassing tidak dapat memperlihatkan bukti perjanjian yang diberikan pemerintah kota dimasa Wali Kota Makassar yang akan memberikan jaminan atau janji bantuan hukum. Ia hanya memperlihatkan surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Makassar bernomor 671/DPMPTSP/K/Vlll/2017 yang ditanda tangani pada 15 Agustus 2017.
“Ini bangunan untuk rumah tinggal ji, bukan tempat usaha. Dan semua tetangga sudah membangun semua mi dan tidak ada masalah. Ini saya baru bangun karena baru ada dana ku. Kalau soal larangan bertingkat dua lantai, kenapa tetangga sebelah membangun dua lantai ji juga,” tutupnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, menjadwalkan pemanggilan ke Dg Gassing, Senin, (15/1) mendatang.
Pemanggilan itu dilakukan untuk memastikan aktivitas pembangunan di bangunan lantai dua sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Apalagi dari hasil peninjauan di lapangan yang pernah dilakukan Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, terdapat kejanggalan pada kondisi bangunan dengan jalan umum. Dan kuat dugaan aktivitas pembangunan tersebut tanpa dilengkapi izin.
Kepala Bidang Penertiban Ruang dan Bangunan Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Sulyadi Supomo mengatakan, dari hasil peninjauan yang telah dilakukan ada kejanggalan pada bangunan, sehingga pihaknya meminta ke pemilik bangunan untuk datang ke Kantor Dinas Penataan Ruang Kota Makassar memperlihatkan bukti-bukti kepemilikan tanah termasuk izin tetangga.
” Kami sudah turun melakukan peninjauan bangunan dan kami melihat ada kejanggalan di bangunan tersebut. Jadi saya meminta pemilik bangunan datang ke kantor untuk memperlihatkan bukti seperti surat tanah serta termasuk perjanjian yang dilakukan pemilik bangunan bersama pemerintah kota dan izin dari Gedung Graha Pena yang katanya ada. Pemanggilan dilakukan supaya jelas proses dan prosedurnya,” kata Sulyadi.
Ditanya apa isi dari perjanjian itu, Sulyadi tidak ingin menyebutkan lebih dulu. Ia memutuskan menyebutkan isi perjanjian ketika pemilik bangunan memperlihatkan bukti perjanjian berupa selembaran kertas.
” Saya belum tahu apa isi perjanjiannya. Tapi katanya ada perjanjian dibuat waktu pembebasan lahan pembangunan Fly Over. Di mana perjanjian itu katanya kalau lahannya sudah dibebaskan sudah tidak bisa membangun karena rolling atau garis sempadan jalan. Itu ditentukan sama petinggi dulu. Jangan maki tahu dulu siapa petinggi dulu, nanti setelah saya panggil dan lihat semuanya baru saya sampaikan,” sebutnya.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta ke dinas terkait untuk tidak menutup mata dengan persoalan aktivitas pembangunan tanpa izin. Di mana pembangunan tanpa izin tentu jelas melanggar dan harus ditindaki sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau memang benar tidak mengantongi izin, harus segera ditindaki. Saya minta dinas terkait tindak lanjuti,” tegasnya. (arf)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top