Metro

Mutasi Guru Dilakukan Bertahap

MAKASSAR, BKM– Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel ternyata melakukan mutasi guru lingkup SMA/SMK sederajat secara diam-dian.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, mutasi sudah dilakukan di beberapa sekolah, khususnya yang berada di Makassar.
Surat keputusan (SK) mutasi pun dikeluarkan secara bertahap.
“Kita lakukan secara bertahap, ini untuk menghindari kegaduhan jika lakukan secara besar-besaran. Paling banyak satu SK itu sekitar enam orang,” kata lelaki yang akrab disapa None itu, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at (12/1).
Dia menyebutkan proses mutasi lebih banyak dilakukan dari guru yang berpindah dari kota ke pedesaan. Hampir 60 persen guru yang dimutasi dipindahkan dari kota kabupaten ke kecamatan-kecamatan.
Mutasi ini menurut None, memang tak semuanya mendapat persetujuan. Bahkan dari beberapa yang dimutasi memprotes keputusan tersebut. Mulai dari menghadap langsung atau melalui perwakilan keluarga dan kenalan mereka.
“Hampir setiap hari ada yang datang di kantor dan di rumah memprotes penempatan mereka. Padahal mereka itu ASN, harus bersedia di tempatkan di mana saja. Jadi terima atau tidak harus mau,” tegasnya.
Proses mutasi ini akan terus dilakukan sampai setelah pelaksanaan Ujian Nasional. Sesuai data kebutuhan guru (DKG) masih ada kekurangan 636 guru. Kekurangan ini berada di Kabupaten Bone, Gowa, Jeneponto. LuwuTimur, Luwu Utara dan Pinrang.
Disdik sendiri memberikan prioritas kepada guru yang masih bujang atau belum menikah untuk dimutasi. Sementara yang akan memasuki masa pensiun tak akan masuk dalam daftar. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top