Headline

Menanti Enam Srikandi Ukir Sejarah di Pilkada

MAKASSAR, BKM — Pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah di Sulsel kini telah usai. Dari 12 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini, tercatat ada enam orang perempuan yang terdaftar.
Dua diantaranya akan bertarung di pemilihan wali kota (pilwali) Makassar. Yakni Andi Rachmatika Dewi dan Indira Mulyasari Paramastuti.
Cicu maju sebagai wakil untuk bapaslon wali kota Munafri Arifuddin. Sementara Indira menjadi bapaslon wakil wali kota mendampingi Mohammad Ramdhan Pomanto.
Di pilbup Bantaeng, srikandi Andi Sugiarti Mangun Karim maju sebagai calon bupati. Ia menggandeng Mappatoba sebagai calon wakilnya.
Di Kabupaten Sinjai, Andi Kartini Ottong maju sebagai calon wakil bupati yang berpasangan dengan Andi Seto Gadhista Asapa. Di Pilbup Sidrap, anggota DPR RI dari PPP Hj Fatmawati Rusdi juga maju sebagai calon bupati. Ia menggaet birokrat Abd Majid sebagai calon wakil bupati.
Dan politisi perempuan yang terakhir, yakni pengurus DPP Partai Golkar Emmy Tallesang yang maju di pilbup Luwu sebagai calon wakil untuk Patahuddin.
Bakal calon wakil wali kota Makassar Andi Rachmatika Dewi merupakan ketua DPW Garnita Malahayati Sulsel. Ia juga masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD Sulsel. Amanah lain yang diemban istri Andi Faldy Darwis ini adalah ketua DPD Nasdem Makassar.
Cicu lahir di Makassar, 27 Oktober 1983. Ia ibu dari seorang putra bernama Andi Muh Ilham Riffat. Menyusul kepastiannya maju di kontestasi pilwali, tak henti dirinya melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.
Dengan berbekal pengalaman sebagai mantan anggota DPRD Makassar dari Partai Golkar, Cicu keluar masuk lorong untuk bertemu dan menyapa warga. Kini ia mendapat tantangan, apakah mampu mengalahkan petahana yang menggandeng politisi perempuan separtainya, yakni Indira Mulyasari.
“Kita harus optmis memenangkan pilwali Makassar,” kata Cicu yang kini berdomisili di Jalan Domba Lorong 21A Nomor 6.
Adapun rival Cicu, yakni Indira juga memiliki kemampuan yang hampir setara. Ia tercatat sebagai wakil ketua DPRD Makassar. Di Partai Nasdem, Indira juga menjabat sebagai bendahara DPD serta Ketua DPD Garnita Malahayati Nasdem Makassar.
Indira dikenal sosok yang berasal dari keluarga pengusaha yang lebih banyak menetap di Jakarta. Bagi Indira, pilwali ini adalah amanah yang harus dijalankan. Meski banyak melibatkan partai politik, namun baginya jangan sampai mengganggu hubungan silaturahmi yang sudah berjalan selama ini.
Indira lahir 1 November 1983 dan menghabiskan masa remajanya di Makassar. Ia anak pertama dari dua bersaudara. Bapaknya Ilham Muharram Djaya, seorang pengusaha sekaligus akademisi.
Indira menyelesaikan sekolahnya di SD Islam Athirah Makassar tahun 1995. SMP Negeri 6 Makassar tahun 1998. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Makassar tahun 2001.
Sejak SMA, Indira menguasai bahasa Inggris. Kemampuannya itu mengantar Indira terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar internasional, antara sekolahnya dengan sekolah di Negeri Kanguru, Australia selama tiga minggu.
Setelah menamatkan pendidikannya di bangku SMA, Indira kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Thames Bussines School Singapore. Ia mengambil High Diploma Course In Human Resource Management, dan berhasil menyelesaikannya tanpa kendala.
“Tahun 2003 itu saya mengikuti High Diploma Course In Human Resource Management, dan Alhamdulillah berhasil menyelesaikannya di tahun itu juga,” ujarnya.
Di pemilu legislatif 9 April 2014 lalu, Indira mendaftar di Partai Nasdem. Ia caleg pada daerah pemilihan (dapil) Makassar V, yakni Mamajang, Mariso dan Tamalatea. Berhasil meraih 3054 suara, Indira diberi kepercayaan sebagai wakil ketua DPRD.
Legislator PPP Sulsel Andi Sugiarti Mangun Karim yang maju di pilbub Bantaeng, optimistis dapat memenangkan pertarungan. Politisi kelahiran Pinrang 24 November 1968 ini lahir dari pasangan H Mangun Karim (alm) dan ibunda Hj Andi Mamma Tjoppo.
Istri Ir Hary Rustam Tawainella,MM ini telah dikaruniai empat anak. Masing-masing Eka Saraswati, Novinati Dwiyani, Tri Putri Dewanti dan Muhammad Fairel Attariz.
Mantan legislator Partai Republikan DPRD Sulsel ini menyelesaikan pendidikan di SDN 2 Lembang Cina Bantaeng (1981). SMP 1 Bantaeng (1985). SMA 1 Bantaeng (1987). Serta S1 Fisipol Unhas (1992), dan S2 Manajemen di STIA LAN tahun 2004.
Hasil pemilu legislatif 1992-1997, Sugiarti duduk sebagai anggota dewan. Selanjutnya, pada pemilu 1997-1999 kembali duduk dengan posisi wakil ketua.
Perolehan suara di pemilu 1999-2004 mengantarkan Sugiarti menjadi ketua DPRD Bantaeng. Begitu pula ketika pemilu 2004-2009, ia kembali terpilih sebagai ketua.
Di Pemilu 2009-2014, Sugiarti ‘naik kelas’ menjadi anggota DPRD Sulsel dari Partai Republikan. Di Pemilu 2014 menjadi anggota DPRD Sulsel dari PPP hingga sekarang.
Sugiarti juga banyak mendapat pengalaman di berbagai organisasi seperti ketua KNPI, wakil ketua FKPPI dan PPM Bantaeng hingga FKPPI dan PPM Sulsel. Mantan wakil ketua Komisi A DPRD Sulsel itu kini menjabat wakil ketua Kaukus Perempuan Sulsel.
Untuk perjuangannya di pilbup Bantaeng kali ini, Sugiarti menegaskan sikapnya yang tak ingin kalah. “Kali ini saya harus memenangkan pilkada,” imbuhnya.
Di Kabupaten Sinjai, Andi Kartini dikenal sebagai anggota DPRD dari Partai Golkar. Perempuan yang berasal dari Sinjai Tengah ini merupakan lulusan Fakultas Pertanian Unhas. Dia memulai kariernya sebagai tenaga pendamping desa hingga sukses menjadi wakil pimpinan dewan.
“Saya optimis terpilih sebagai wakil bupati dari Pak Andi Seto, karena visi dan misi kami sama. Umumnya adalah mensejahterakan masyarakat Sinjai, membangun mulai di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, pariwisata serta infrastruktur,” urainya.
Sejak pemilu 2009 lalu, Kartini sudah duduk di parlemen. Dirinya menjadi perempuan pertama yang duduk sebagai legislator asal Sinjai Tengah.
Sejumlah pengalaman yang dilalui Andi Kartini. Seperti 1993-1996 menjadi asisten dosen di Fakultas ilmu Pertanian Unhas. Tahun 1997-1999 fasilitator kecamatan pengembangan parasarana pedesaan (P3DT) Kecamatan Polewali, Kabupaten Polmas.
Tahun 1999-2000 fasilitator kecamatan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) PPK Kecamatan Bulupoddo.
Tahun 2001-2003 fasilitator kecamatan program pengembangan Prasarana pedesaan (P2D) Kecamatan Sinjai Tengah Kab, Sinjai.
Tahun 2006-2007 fasilitator kecamatan PPK. 2009-2014 wakil Ketua I DPRD Sinjai, dan sekarang wakil ketua II DPRD Sinjai.
Andi Kartini menamatkan pendidikannya di SDN 62 Manimpahoi tahun 1984. SMPN Manimpahoi (1987). SMAN 277 Sinjai (1990) dan Diploma III Pertanian Unhas (1993).
Selanjutnya, S1 Fakultas Pertanian Unhas (1996). S2 Perencanaan Pengembangan Wilayah (PPW) Universitas 45 Makassar (2012).
Adapun pendidikan non formal cukup banyak diikuti. Diantaranya Workshop Nasional Standar Audit APBD. Audit BPK. Diklat Jurkam Golkar. International Seminar on Urban and Regional Planning (Planning In The Era Oo Global Change). Training For Woman legislator Strengtthening Program, dan Workshop Nasional Sosialisasi Permendagri 57 tahun 2011.
Untuk pilbup Sidrap, anggota DPR RI dari PPP Hj Fatmawati Rusdi juga disebut sangat berpeluang terpilih sebagai bupati. Istri Bupati Sidrap dua periode, H Rusdi Masse ini mendapat dukungan dari mayoritas partai pemilik kursi di DPRD.
Tak hanya itu, ketua Tim PKK Sidrap ini juga sudah memiliki jaringan dan tim yang sangat solid.
Sementara di Pilbup Luwu, nama Emmy Tallesang tak bisa dianggap remeh. Wanita asal Walenrang, Luwu tengah ini dikenal sebagai sosok pengusaha yang lebih banyak berkiprah di Jakarta. Emmy merupakan owner dari PT Masokan Multi Raya. Dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan para wakil rakyat yang ada di DPR RI, lantaran dirinya juga tercatat sebagai kader Golkar di Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) yang dipimpin Dr Ulla N.
Akankah keenam perempuan tangguh ini mencetak sejarah di daerahnya masing-masing? Indira ataukah Cicu jadi perempuan pertama menduduki posisi wakil wali kota di Makassar. Apakah Andi Sugiarti Mangun Karim dan Hj Fatmawati Rudi bisa menjadi bupati pertama perempuan di Bantaeng dan Sidrap.
Atau, Andi Kartini dan Emmy Tallesang akan menjadi wakil bupati perempuan pertama di Sinjai dan Luwu. Mari kita nantikan hasilnya dalam pilkada serentak 27 Juni mendatang. (din-ady-wan-ita/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top