RAMZAH THABRAMAN
Headline

Mempan tak Dibajak, Bangga Jadi Orang Bugis-Makassar

IST BERSAMA WAPRES-Malik Faisal (kiri) bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla pada sebuah kesempatan.

DI masa jayanya, prestasi demi prestasi ditorehkan Malik. Ia memenangi berbagai kejuaraan winsurfing alias selancar angin. Namanya tertoreh sebagai salah satu peselancar dunia yang cukup diperhitungkan.

Laporan: Rahmawati Amri

MALIK FAISAL menjadi pendulang emas bagi Sulsel di ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON). Berkali-kali mengikut ajang pesta olah raga itu, emas tak pernah luput disabetnya.
Kala pertama kali mengikuti Sea Games di Bangkok tahun 1985, dia berhasil menyumbangkan medali perak bagi Indonesia. Enam kali ikut, Malik mengoleksi lima perak dan satu emas.
Di Asian Games pun, Malik tetap memberi kontribusi bagi Indonesia. Demikian pula di kejuaraan Asian Regata, medali emas diraihnya.
Malik juga menjadi langganan juara di Singapura Open. Setiap ikut berlaga, sudah pasti emas dikantonginya.
Malik pun dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang olahraga bergengsi dunia, Olympiade tahun 1988. Kendati belum mampu meraih medali, namanya cukup diperhitungkan waktu itu.
Karena berbagai prestasi yang diraih, Malik pun menjadi incaran dari berbagai provinsi. Dengan iming-iming yang cukup menggoda, mulai bonus yang fantastis, kesejahteraan yang baik, dan sebagainya.
Namun, mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel ini bergeming dan tidak terpengaruh. Jiwa dan semangat nasionalismenya terhadap Sulsel sangat kental dan tak bisa dibeli dengan apapun. Walau beberapa teman atletnya tergoda, dia tetap bertahan.
“Saya sangat bangga jika ikut bertanding. Ada yang mengatakan; wah itu ada anak Bugis Makassar yang langganan juara,” kenangnya.
Karena prestasinya pula, Malik ditawarkan untuk menjadi PNS di lingkup Pemprov Sulsel. Waktu itu Zainal Basri Palaguna menjadi gubernur. Penawaran itu diberikan, karena ada kekhawatiran jika Malik dibajak provinsi lain.
“Waktu itu saya di Jakarta. Ada orang khusus Pak Palaguna yang diutus untuk menawarkan saya jadi PNS,” ungkap Malik.
Dia sempat berpikir sebelum menerima tawaran tersebut. Namun, dengan sejumlah pertimbangan, akhirnya diterima.
Di puncak karir, Malik kemudian memutuskan untuk mundur sebagai atlet selancar angin. Diapun konsentrasi menjadi pelatih dan pembina olah raga tersebut. Di tangannya, banyak atlet andal yang berhasil dicetak.
Hingga kemudian, Malik memutuskan fokus mengabdikan diri menjadi pamong praja secara serius.
Awal karirnya sebagai PNS, Malik mengabdi di Pemerintah Kabupaten Gowa, Bagian Umum. Secara perlahan namun pasti, karir terus merangkak naik. Hingga dia mutasi ke Pemprov Sulsel. Beberapa jabatan strategis pernah diduduki. Diantaranya Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Biro Umum, dan saat ini dipercaya menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UKM.
Baginya, hidup terus berproses. Semua sudah diatur oleh Tuhan. Dia tidak pernah menyangka sebelumnya jika akan menjadi PNS, bahkan pejabat. Namun karena semua sudah garis hidup, laksana air mengalir, semua dijalani secara optimis. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top