Kriminal

Ketua KSP Agung Lestari Terancam Dijemput Paksa

MAKASSAR, BKM — Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto sudah empat kali dipanggil oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Polres Pelabuhan. Hanya saja, Rudianto yang telah berstatus sebagai selalu mangkir dan tak pernah datang. Ia terbelit kasus dugaan korupsi dana bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) koperasi.
“Sudah empat kali tersangkanya kita panggil, tapi sampai sekarang dia tidak pernah datang,” kata Kepala Cabjari Pelabuhan Makassar, Andi Irfan, Jumat (12/1).
Seharusnya, menurut Andi Irfan, tersangka bersikap koporatif untuk menghadiri panggilan. Bukannya selalu mangkir seperti ini. Apalagi tersangka sudah diberi toleransi dan diberi kebijaksanaan.
”Ini kan jelas kalau tersangka tidak menghargai proses hukum yang tengah berjalan di tahap penyidikan,” tandasnya.
Menyusul ketidakhadiran Rudianto menemui penyidik, Andi Irfan menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas. Yakni dengan cara melakukan pemanggilan secara paksa.
“Kalau upaya panggilan paksa sudah kita lakukan, lantas tersangka tidak juga hadir, maka hal paling buruknya adalah kita akan menetapkan status DPO (Daftar Pencarian Orang),” tegas Andi Irfan.
Kasus yang menyeret Rudianto bermula pada 15 Mei 2013. KSP Agung Lestari yang diketuai oleh tersangka menerima bantuan pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) UMKM Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah sebesar Rp2 miliar.
Namun, tersangka tidak menyalurkan bantuan dana bergulir tersebut kepada calon penerima yang terdapat pada daftar definitif, seperti yang diajukan dalam proposal dan perjanjian dengan pihak LPDB UMKM.
Uang pinjaman tersebut justru digunakan tersangka untuk kepentingan lain yang tidak sesuai peruntukannya. Ia juga tidak pernah melaporkan penggunaan dana tersebut. Akibat perbuatannya, negara memgalami kerugian negara sebesar Rp1.461.214.426. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top