Headline

”Jempol Buat Perempuan Hebat”

AKTIFIS perempuan Sulsel, Ema Husain sangat mengapresiasi dan cukup berbangga dengan keterlibatan perempuan dalam kontestasi pilkada serentak tahun ini. Walaupun masih bisa dihitung jari, namun itu merupakan sebuah kemajuan.
“Yang pasti ini adalah sebuah kemajuan. Tidak gampang itu perempuan masuk dalam ranah persaingan pilkada yang selama ini dikuasai kaum lelaki,” ujar Ema ketika dihubungi, kemarin.
Dia menegaskan, kehadiran srikandi itu di level pertarungan pilkada membuktikan jika perempuan bisa ada di semua lini. “Jempol buat perempuan hebat yang berani maju di arena pertarungan pemilihan kepada daerah. Itu bukah hal yang mudah. Karena dunia politik, apalagi pilkada susah diprediksi. Butuh strategi, kecerdasan, analisa, hingga mental yang kuat,” terangnya.
Harapannya terhadap kaum perempuan yang berani mengambil langkah berani tersebut, agar bisa bersaing secara cerdas. Selain itu, mampu membawa visi dan misi yang akan diperjuangkan secara nyata.
Mereka juga harus bisa meyakinkan pemilih, baik pria maupun wanita bahwa mereka memang layak untuk dipilih, dan layak jadi pemimpin.
Siapapun yang terpilih nanti, harus bisa memberi jawaban terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat. Bisa mengkolaborasikan ide yang berkaitan dengan strategi menyejahterakan masyarakat.
Terkhusus, bisa menjawab tantangan yang ada. Lebih spesifik lagi, mampu memperjuangkan kebutuhan perempuan dan anak.
Dosen politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Aswar Hasan menuturkan, baik Cicu maupun Indira akan membawa magnet tersendiri di Kota Makassar,. Sebab kedua sosok perempuan ini adalah politisi muda yang memiliki pengalaman politik cukup matang.
“Nanti kita akan lihat bahwa pilwali ini begitu menarik. Lantas siapa yang memiliki kontribusi kekuatan elektoral, adalah perempuan yang bisa menaungi warga perempuan juga,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat (12/1).
Berbeda dengan Aswar Hasan. Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Muh Firdaus menilai kontestasi pilwali Makassar masih sulit ditebak. Hingga saat ini masih sangat dinamis, serta tensinya masih cukup tinggi.
“Dua bapaslon ini saya nilai sudah pasti mengkonsolidasikan kekuatan melalui jejaring politik masing-masing, “ucapnya.
Menurutnya, Danny sudah tepat menggandeng Indira. Hal yang menguntungkan lantaran Indira dinilai sebagai wakil yang dapat membantu program yang sudah berjalan di periode pertama. Selain itu Indira juga, tidak dikaitkan dengan salah satu faksi politik di Makassar.
“Salah satu keuntungan Pak Danny menggandeng Indira, saya kira dia merupakan sosok baru yang tidak dikaitkan dengan faksi politik lama di Makassar,” katanya.
Teruntuk Cicu, dosen UIN Alauddin Makassar ini menilai bahwa kekuatan politiknya dibantu oleh kans Munafri Arifuddin. Ditambah klan mantan wali kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Sementara Cicu mendapatkan keuntungan dari keterikatannya dengan faksi Pak Aco di Makassar. Dua-duanya saya kira cukup baik,” ucapnya. (rhm-ita/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top