Headline

Jalan Nasional di Sulsel Dikucur Rp1,058 Triliun

MAKASSAR, BKM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pembangunan maupun rehabilitasi jalan nasional. Di Sulsel, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII mendapat kucuran sebesar dana Rp1,058 triliun.
Namun sayang, anggaran yang dikelola tersebut berkurang dibanding tahun 2017 lalu yang mencapai Rp1,327 triliun. Terdiri dari dari preservasi jalan sebesar Rp721 miliar (54,40 persen). Pembangunan Rp372 miliar (28,06 persen). Jembatan Rp65.9 miliar (4,97 persen).
Sedang untuk perencanaan, pengawasan dan administrasi sebesar Rp166 miliar (12,56 persen).
Dengan anggaran tersebut, jalan nasional Sulsel dengan kondisi mantap sepanjang 1.588,72 kilometer (km) atau 91,00 persen. Kondisi mantap ini, terdiri dari kondisi jalan baik sepanjang 974,35 Km (55,81 persen), kondisi jalan sedang 614,37 Km (35,19 persen).
Sedangkan kondisi tidak mantap sepanjang 157,20 km atau 9,00 persen. Ini terdiri dari kondisi rusak ringan 105,40 km (6,04 persen) sedangkan rusak berat 51,80 Km (2,96 persen). Total dari jumlah kondisi mantap dan tidak mantap ini sepanjang 1.745,92 Km.
Sementara untuk rencana program tahun 2018, dana Rp1,058 triliun dengan perincian reservasi Rp544 miliar (51,40 persen). Pembangunan Rp277 miliar (26,24 persen). Jembatan Rp78 miliar (7,45 persen). Untuk perencanaan, pengawasan dan adminsitrasi Rp157 miliar (14,91 persen).
Dengan anggaran tersebut ditargetkan kondisi jalan nasional yang mantap mencapai 1620,59 km (92,82 persen). Terdiri dari kondisi baik 933,14 km (53,44 persen) dan sedang 687,45 Km (39,38 persen).
Untuk jalan nasional yang masih tidak mantap sekitar 125,33 km (7,18 persen). Terdiri dari rusak ringan 110,11 km (6,31 persen) dan rusak berat 15,22 Km (0,87 persen).
Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir, mengatakan dengan anggaran yang dialokasikan tahun ini, akan ada kenaikan persentase jalan mantap sekitar 1,82 persen. Diakuinya, hampir tiap tahun beban perbaikan jalan terus bertambah.
“Alokasi anggaran memang turun secara nasional. Proporsional juga turun. Termasuk di Sulsel. Dari sisi target kemantapan kita tetap naik, dari 91 menjadi 93 persen,” katanya, kemarin.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap, program dari BBPJN bisa berjalan baik di Sulsel dan rampung sesuai target. Sebagai gubernur, Syahrul siap mendukung, memfasilitasi dan mengasistensi.
“Saya kira kondisinya memang butuh kerja sama yang kuat dan perlu sinergistas yang holistik dan tulus. Kenapa? Karena Sulsel menjadi baromoter nasional,” kata SYL.
Selain itu, dia juga berharap beberapa program pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan dan belum selesai. Seperti jalan dan jembatan lingkar tengah (middle ring road), poros Malino, jalan dan jembatan Mamminasata.
“Saya titip beberapa proyek yang belum selesai, karena masa jabatan saya sudah akan berakhir,” imbuhnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sulsel, Amin Yakub menambahkan, penanganan jalan memang butuh konsentrasi khusus. Sebab jalan rusak, baik karena penggunaan atau bencana terjadi setiap saat.
“Karena maintenance jalan itu sepanjang tahun. Kalau ada lubang lagi akan diperbaiki. Itupun kita jaga, masih sering ada jalan rusak. Makanya, anggarannya itu bervariasi,” tambahnya.
Dirinya mencontohkan untuk jalan provinsi tahun lalu mengalami penambahan 400 km. Akibatnya, persentase kondisi mantap juga menurun. Sementara anggaran tahun ini juga berkurang. (rhm/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top